Author: yanriramdhano

Yanri Ramdhano is an Indonesian educator and a news presenter of Jambi TV. He is also an Awardee of Australia Awards Scholarship, and he is currently studying Master of Education at Victoria University, Melbourne, Australia. He is a teacher in the English Village, Pare - Kediri, East Java, Indonesia; was an alumnus of IVLP OD TESOL Leadership Exchange USA 2016; a Counsellor of Pre-service English Teacher EPIC Camp 2016 RELO US Embassy Jakarta; a Camper of RELO EPIC Camp 2015 US Embassy Jakarta; an Ambassador of Indonesian Language for Jambi Province 2013-2014; a teacher at MEI English Course Jambi 2012-2015.

Q&A 2: Membawa Keluarga ke Australia dengan Australia Awards Scholarship/ Beasiswa AAS.

Halo kawan-kawan yang berbahagia. Kali ini saya ingin merepost beberapa tanya jawab yang saya anggap penting dan memang paling sering muncul di kolom komentar artikel blog saya. Publikasi ini adalah Q&A Part 2 dan tulisannya juga mungkin telah mengalami beberapa proses penyesuaian. Continue reading “Q&A 2: Membawa Keluarga ke Australia dengan Australia Awards Scholarship/ Beasiswa AAS.”

Q&A 1: Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS?

Halo kawan-kawan yang berbahagia. Kali ini saya ingin merepost beberapa tanya jawab yang saya anggap penting dan memang paling sering muncul di kolom komentar artikel blog saya. Publikasi ini adalah Q&A Part 1 dan tulisannya juga mungkin telah mengalami beberapa proses penyesuaian. Continue reading “Q&A 1: Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS?”

Bagaimana bila saya tidak punya prestasi apa-apa?

Yanri Ramdhano - motivasi

Be thankful for what you have. You’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never ever have enough.

Dalam beberapa perbincangan dengan beberapa orang kawan-kawan saya, mereka sering bertanya bagaimana kalau saya tidak punya sesuatu yg besar yang bisa dibanggakan untuk mendapatkan kesempatan emas beasiswa ke luar negeri.

Sebagai seorang yang berlatar belakang kependidikan, lantas apa yang bisa saya lakukan?  Continue reading “Bagaimana bila saya tidak punya prestasi apa-apa?”

Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan

WhatsApp Image a 2018-12-08 at 22.02.26
Lokasi: Gedung Putih (The White House), Washington DC, Amerika Serikat.

Pada zaman kuliah S1 dulu saya hanya tau pertukaran pemuda antar negara sebagai satu-satunya program ke luar negeri. Pesertanya diseleksi di tiap provinsi di bawah naungan dinas pemuda dan olahraga. Continue reading “Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan”

Perkuliahan saya di Australia

Sharing cerita buat teman-teman

(Tulisan ini saya buat di Semester 1, intake Februari 2018)

Yanri Ramdhano - Shrine of Remembrance, Melbourne
Shrine of Remembrance, Melbourne – Victoria, Australia

Perkuliahan di universitas di Aussie rata-rata cuma berlangsung 12 minggu atau 12 kali pertemuan per semester. Nah, itupun kami punya mid-break 1 minggu, setelah minggu ke 6. Kalau kita di Indonesia biasanya punya durasi 16x pertemuan dalam satu semester. Continue reading “Perkuliahan saya di Australia”

Tipe-tipe Program Master

WhatsApp Image 2018-08-06 at 19.08.57Topik ini juga menjadi bahan yang umum dipertanyakan oleh kawan-kawan yang ingin berkuliah ke luar negeri, termasuk juga saya waktu pertama kali ingin apply beasiswa khususnya. Selain kebingungan antara Master by Coursework vs. Master by coursework with minor thesis vs. Master by Research, kita juga terkadangkan dibingungkan dengan nama-nama seperti Graduate Certificate, Graduate Diploma, Professional Certificate maupun Master of … ketika membaca informasi pilihan program yang disediakan di website-website universitas luar negeri. Continue reading “Tipe-tipe Program Master”

Keputusan memilih jurusan study Master di Australia

Ketika masih dalam tahapan proses pendaftaran administrasi Australia Awards Scholarship (AAS), saya sejujurnya memilih hanya satu jurusan dan satu universitas tujuan. Setelah dinyatakan lulus AAS dan mengikuti Pre-Departure Training (PDT), Saya dan kawan-kawan diberikan pencerahan dan pembekalan sejak hari pertama pembukaan program tersebut di Jakarta. Continue reading “Keputusan memilih jurusan study Master di Australia”

Biaya Hidup di Melbourne (Australia)


Pembahasan saya tentang biaya hidup di Melbourne atau wilayah lainnya di Australia kali ini akan mengacu kepada dua kebutuhan pokok; yakni pangan dan papan (makanan dan tempat tinggal/ akomodasi). Saya rasa untuk urusan pakaian sifatnya relatif, tidak perlu dituliskan panjang lebar. Selain itu, saya berpatokan kepada pengeluaran seseorang yang masih berstatus single, belum berkeluarga. Continue reading “Biaya Hidup di Melbourne (Australia)”