Kamu DRIVER atau PASSENGER?

Kamu DRIVER atau PASSENGER?

Be in control of your own separation. Be the driver!
pict. source: https://www.theseparationplace.com.au

Di satu malam salah seorang mahasiswi saya membagikan pamflet elektronik tentang Diskusi Online yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu sepekan ke depan. Pamflet itu dibagikan di grup whatsapp diskusi club belajar mahasiswa, dimana saya adalah pembimbingnya. Sekilas saya membaca informasinya dan saya melihat dua orang di antara anggota grup itu ternyata berperan sebagai narahubung (contact person) dan moderator pada Diskusi Online yang akan diselenggarakan itu.

Saya cukup bangga melihat itu. Karena mereka terlibat dalam kegiatan positif itu. Harapannya teman-teman mereka lainnya pun juga akan mendapatkan pengaruh positif.

Seketika saya teringat dengan percakapan antar mereka di grup itu pada sore harinya.

Di sore harinya, setelah saya mengirimkan foto tumpukan buku-buku bacaan saya ke grup, mereka langsung heboh. Foto itu saya kirimkan guna memotivasi mereka untuk terus membaca di masa karantina wilayah pencegahan corona ini. Percakapan terakhir yang saya ingat, di antara mereka ternyata punya salah satu buku yang sama dengan koleksi saya, dan berbagi cerita tentang peran seorang dalam hidupnya, apakah menjadi DRIVER (Pemimpin) atau Passenger (Penumpang).

Nah, kembali ke cerita pembuka saya tadi, saya langsung saja mengomentari pamflet tentang Diskusi Online di grup whatsapp tadi dengan menuliskan beberapa pesan yang berkaitan dengan Driver dan Passenger.

Dengan mengambil bagian dan tanggung jawab dalam acara seperti ini pun, baik itu jadi moderator maupun narahubung (contact person), adik-adik sudah menjadi DRIVER.

Dalam acara seperti ini siapa passanger nya? Passanger nya adalah para peserta.

Driver bukan berarti satu orang supir yang pegang setir di depan. Bukan berarti kordinator umum atau ketua. Makna driver tak sebatas itu saja.

Driver adalah mereka yang pegang kendali di masing-masing divisi. Meraka yang merasa punya tanggung jawab di kelompoknya sebagai individu penting bagi tim nya. Ini juga berlaku bagi setiap individu yang hidup dalam ruang lingkup masyarakat.

Driver adalah orang-orang yang bergerak, produktif, berani pikul tanggung jawab, selalu belajar, mau keluar dari zona nyaman dan ingin terus berkembang.

Sekecil apapun peran yang kita pegang, kita adalah driver.

Ilustrasi lainnya ciri-ciri seorang driver ialah:

Anggota organisasi yang aktif dalam timnya baik itu bekerja, berdiskusi, berkontribusi ide dan saran adalah mereka-mereka golongan DRIVER.

Sebaliknya, kita yang hanya jadi penonton dalam satu kelompok,  -apalagi tak punya kelompok- adalah passenger, penumpang dan pengikut. Cenderung tak punya inisiatif, pasif, suka merasa bosan, tak berani mencoba hal baru, selalu dihantui kecemasan, keresahan bahkan tak siap menghadapi kegagalan. Lebih parah lagi bila tak sadar bahwa dia adalah seorang follower. Maunya hanya bersenang-senang dan ikut-ikutan.

Saya kemudian melanjutkan pesan yang panjang itu dengan langsung mention sekaligus membalas komentar mahasiswi saya itu. Dimana pada percakapan terakhir, ia mengakui bahwa ia terlambat sadar dan merasa selama ini ia adalah passenger.

Berikut ini pesan saya:

Jadi, untu adik-adik di grup ini, dimana pun adik-adik aktif, baik di komunitas ini maupun di tempat lain, adik-adik adalah DRIVER.

Ingatlah adik-adik semua.

TERLAMBAT hanya berlaku bagi orang yang tidak mau berubah, tidak mau belajar dan tidak mau berkembang. TERLAMBAT berlaku bagi orang-orang yang TIDAK BERANI mencoba dan keluar dari zona nyaman.

Kesalahan tak berlaku bagi orang yang MAU BELAJAR

Ingat konsep ini:

“Life is a game. Sometimes we win, but sometimes we learn.

Hidup ini adalah permainan, terkadang kita menang, terkadang kita belajar.

Mulai hari ini, DALAM BELAJAR kita HARUS BERANI, jangan takut salah. Salah adalah BAGIAN dari PEMBELAJARAN itu sendiri.

Kesalahan terbesar dimiliki orang-orang yang tak mau belajar dan tak berani untuk berubah lebih baik.

Kunci PERUBAHAN cuma ada di dalam diri adik-adik masing-masing.

Kata-kata penyemangat itu hanya akan jadi cache whatsapp kalau tak diamalkan.

Tau Cache??

Sampah elektronik di electronic device kita.

Jadi, BERGERAKLAH!

Lantas saya melemparkan pertanyaan yang di antara mereka mencoba untuk menjawab. Kemudian, saya berikan jawaban yang sebenarnya sambil menjelaska.

Apa bedanya sekolah dan kehidupan?

Di sekolah, kita diajari terlebih dahulu baru diuji. Sementara di kehidupan, kita diuji terlebih dahulu baru mendapatkan pelajaran.

Dengan memahami KONSEP BELAJAR ini, kita seharusnya SEMAKIN BERANI mengambil resiko, menghadapi tantangan, dan belajar dari kesalahan-kesalahan.

Lah memang begitulah sejatinya hidup. Kita sering nya engga terlalu peham apa yang sudah kita pelajari kalau kuta tak diuji. Tanpa ujian, ilmu yang kita pelajari itu belum benar-benar terbukti kita kuasai.

Dalam kehidupan, kalau kita merasa selama ini sudah belajar nilai-nilai kehidupan, tapi belum pernah mendapatkan ujian, cobaan, masalah. Belum ada bukti kalau kita memang menguasai ilmu kehidupan yang kita miliki itu belum. Dari masalah, ujian, cobaan dan tantanganlah kita akhirnya BELAJAR.

 

 

 

 

 

 

 

Yanri Ramdhano ialah tokoh muda Jambi yang saat ini berperan dipercaya sebagai Staf Ahli Rektor UIN STS Jambi. Selain itu, Yanri Ramdhano ialah Presenter Berita Jambi TV dan Konsultan Pendidikan. Yanri Ramdhano merupakan penerima beasiswa Program Master (S2) dari Pemerintah Australia melalui skema Australia Awards Scholarship (AAS) 2017, lulus dari program Master of Education di Victoria University Melbourne Australia Pada akhir tahun 2019. Di akhir masa study ia menjabat sebagai Presiden Persatuan Pelajar Indonesia Australia Victoria University (PPIA VU) 2018-2019; Tutor di Global English Kampung Inggris, Pare, Kediri – Jawa Timur 2016 s/d 2018; Alumni IVLP OD TESOL Leadership Exchange di Amerika Serikat (Baltimore MD, Washington DC, Sacramento, San Francisco) 2016; Counselor Camp EPIC 2 RELO US Embassy Jakarta tahun 2016 di Kota Bukittinggi; Alumni Camp EPIC 1 RELO US Embassy Jakarta Tahun 2015 di Kota Bandung; Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013-2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *