Q&A 2: Membawa Keluarga ke Australia dengan Australia Awards Scholarship/ Beasiswa AAS.

Q&A 2: Membawa Keluarga ke Australia dengan Australia Awards Scholarship/ Beasiswa AAS.

Halo kawan-kawan yang berbahagia. Kali ini saya ingin merepost beberapa tanya jawab yang saya anggap penting dan memang paling sering muncul di kolom komentar artikel blog saya. Publikasi ini adalah Q&A Part 2 dan tulisannya juga mungkin telah mengalami beberapa proses penyesuaian.


Pertanyaan:

Apakah study di Australia dengan beasiswa AAS memungkinkan untuk membawa keluarga tinggal di sana? Apakah kenalan mas sesama awardee ada yg membawa keluarganya untuk study di sana?

Jawab:

Saya punya banyak kenalan sesama awardee yg bawa keluarga.

“AAS membolehkan membawa keluarga namun dengan syarat tertentu. Yakni, keluarga tidak boleh langsung dibawa sejak kedatangan pertama ke Australia. Tujuannya ialah AAS ingin memastikan para awardee nya harus sudah settle terlebih dahulu sebelum membawa keluarga. Biasa nya kawan-kawan awardee Australia yg berkeluarga paling cepat menjemput kembali keluarga mereka ke Indonesia setelah tiga bulan mereka menjalani kehidupan dan beraktifitas di Australia. Dalam durasi waktu tersebut, mereka sudah mampu menemukan dan menjamin tempat tinggal yang permanen bagi keluarga kelak, pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya.

Cukup atau tidak nya uang saku AAS sifatnya relatif tergantung gaya hidup dan juga jumlah anggota keluarga. Menurut saya pribadi, uang saku tersebut masih akan cukup (atau mungkin juga pas-pasan) bila digunakan oleh keluarga yg belum punya anak, dan tidak cukup bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan anak. Untuk itu, awardee yg sudah punya anak akan bekerja sambil kuliah. Syukurnya, lapangan pekerjaan tersedia dan AAS mengizinkan awardee untuk bekerja begitu juga spouse (pasangan). Biasanya awardee dan pasangan nya akan bekerja.”

Yanri Ramdhano is an Indonesian educator and a news presenter of Jambi TV. He is also an Awardee of Australia Awards Scholarship, and he is currently studying Master of Education at Victoria University, Melbourne, Australia. He is a teacher in the English Village, Pare - Kediri, East Java, Indonesia; was an alumnus of IVLP OD TESOL Leadership Exchange USA 2016; a Counsellor of Pre-service English Teacher EPIC Camp 2016 RELO US Embassy Jakarta; a Camper of RELO EPIC Camp 2015 US Embassy Jakarta; an Ambassador of Indonesian Language for Jambi Province 2013-2014; a teacher at MEI English Course Jambi 2012-2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *