Q&A 1: Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS?

Q&A 1: Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS?

Halo kawan-kawan yang berbahagia. Kali ini saya ingin merepost beberapa tanya jawab yang saya anggap penting dan memang paling sering muncul di kolom komentar artikel blog saya. Publikasi ini adalah Q&A Part 1 dan tulisannya juga mungkin telah mengalami beberapa proses penyesuaian.

Pertanyaan

Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS? Misalnya harus bekerja dulu minimal berapa tahun. Atau kah dari yang lulus S1 langsung bisa apply untuk S2 di Aussie dengan beasiswa AAS? Dan juga saya belum punya pengalaman mengajar di suatu tempat, namun saya membuka les kecil-kecilan untuk membantu teman saya ataupun adik tingkat dalam belajar mata kuliah tertentu. Apakah tanpa pengalaman bekerja akan sulit meng-apply beasiswa ini?

Jujur saya tidak memiliki banyak pengalaman di luar kampus karena disabilitas yang saya miliki 🙁


Jawab:

Saya tidak mengetahui pasti kriteria AAS, pastinya hanya internal tim penguji AAS yang tahu itu.

Namun, bila mengamati rekan-rekan awardee dan alumni, ada beberapa kriteria yang kurang lebih kami semua (yang lulus) punya kesamaan, salah satu atau lebih dari antara beberapa poin di bawah ini:

1. Punya pengalaman kerja (Sejak kuliah atau setelah lulus kuliah).

2. Punya pengalaman orginasasi atau kegiatan sosial, riset maupun lainnya.

3. Punya visi dan misi yang jelas/ rencana target masa depan baik itu di bidang pekerjaan, peningkatan karir ataupun pengabdian sosial (bila memang belum punya pengalaman kerja sebelumnya, poin ini juga sangat penting)

4. Rekomendasi/ afiliasi (Poin ini juga rasanya tak kalah penting). Saya diberi surat rekomendasi oleh wakil rektor yang memang alumni program ini, dan atasan yang memang sebelumnya pernah merekomendasikan rekan kerja yang lulus AAS juga.

5. Alumni/ awardee yang masuk dalam kriteria prioritas (Yang berasal dari daerah 3T/ Geographic Focused Area maupun disabilitas). Poin ini juga sangat penting bagi kawan-kawan yang merasa punya kriteria tersebut.

Tambahan lainnya adalah: ada banyak awardee yang fresh graduate/ baru lulus S1 langsung diterima AAS. Menurut saya, mereka memiliki salah satu ataupun beberapa poin dari kriteria di atas ataupun nilai tambah lainnya.

Semoga jawaban diatas sedikit banyaknya bisa membantu menjelaskan.

Sukses dan semangat!

 

Yanri Ramdhano ialah tokoh muda Jambi yang saat ini berperan dipercaya sebagai Staf Ahli Rektor UIN STS Jambi. Selain itu, Yanri Ramdhano ialah Presenter Berita Jambi TV dan Konsultan Pendidikan. Yanri Ramdhano merupakan penerima beasiswa Program Master (S2) dari Pemerintah Australia melalui skema Australia Awards Scholarship (AAS) 2017, lulus dari program Master of Education di Victoria University Melbourne Australia Pada akhir tahun 2019. Di akhir masa study ia menjabat sebagai Presiden Persatuan Pelajar Indonesia Australia Victoria University (PPIA VU) 2018-2019; Tutor di Global English Kampung Inggris, Pare, Kediri – Jawa Timur 2016 s/d 2018; Alumni IVLP OD TESOL Leadership Exchange di Amerika Serikat (Baltimore MD, Washington DC, Sacramento, San Francisco) 2016; Counselor Camp EPIC 2 RELO US Embassy Jakarta tahun 2016 di Kota Bukittinggi; Alumni Camp EPIC 1 RELO US Embassy Jakarta Tahun 2015 di Kota Bandung; Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013-2014.

5 thoughts on “Q&A 1: Apakah ada syarat khusus sebelum apply beasiswa AAS?

  1. selamat malam kak, saya ingin bertanya mengenai persyaratan berkas saat aan apply AAS

    1. apakah harus memiliki passport ?
    2. apakah ijasah, akta, ktp, kk, dan transkip nilai yg sudah di terjemahkan kedalam bhs inggris harus di legalisir ?
    terimakasih kak 🙂

    1. 1. Tidak harus memiliki paspor,
      2. aturan ini perlu merujuk kembali ke Brosur dan Policy Handbook terbaru. Kebijakan bisa saja berubah.

  2. Wah, menarik banget tulisannya kak. oh ya, saya ada pertanyaan kak, kira – kira peluang buat fresh graduates diterima di AAS besar gak ya? kalau di angkatan kakak dulu kira kira berapa besar dari freshgraduates?

    terima kasih

    1. Faktanya seorang freshgraduate yang punya salah satu ato bahkan lebih dari poin ini punya CHANCE BESAR UNTUK LULUS:
      .
      1) pengalaman organisasi, komunitas, volunteer ataupun kerja, dan/atau
      .
      2) Prestasi akademik dan non-akademik, dan/atau
      .
      3) Rencana study dan motivasi yang jelas dan impactful serta sejalan dengan visi misi pemberi beasiswa, dan/atau
      .
      4) Rencana riset atau proyek yang unik dan berdampak bagi khalayak umum secara practical, dan/atau
      .
      6) Kemampuan Bahasa Inggris yang baik, dan/atau
      .
      5) kemungkinan nilai tambah lainnya.
      .
      Coba lihat 1-5 poin itu, mana yang kira kira sudah dimiliki.
      .
      Seorang freshgraduate tentu jadi kandidat kuat untuk LULUS, dan pastinya kemungkinan LULUS nya besar.
      .
      Ingat, beasiswa tak hanya satu. Walau belum diterima di satu beasiswa, MASIH BANYAK beasiswa lainnya. Di antara sekian banyak pasti akan ada yang menerima. Lakukan yang terbaik dan persiapkan semua dengan matang!

      Jadi, work experience bukan satu-satunya poin penentu. Itu cuma salah satu dari sekian banyak pertimbangan. Begitu.

  3. Halo kak, saya ingin bertanya. Saya berniat mendaftar AAS dan kebetulan saya memiliki publikasi ilmiah di salah satu jurnal dengan impact factor 1.189. Apakah hal ini akan cukup powerful utk membuat aplikasi beasiswa saya dilirik oleh panitia seleksi? Terima kasih banyak sebelumnya kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *