Bagaimana bila saya tidak punya prestasi apa-apa?

Bagaimana bila saya tidak punya prestasi apa-apa?

Yanri Ramdhano - motivasi

Be thankful for what you have. You’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never ever have enough.

Dalam beberapa perbincangan dengan beberapa orang kawan-kawan saya, mereka sering bertanya bagaimana kalau saya tidak punya sesuatu yg besar yang bisa dibanggakan untuk mendapatkan kesempatan emas beasiswa ke luar negeri.

Sebagai seorang yang berlatar belakang kependidikan, lantas apa yang bisa saya lakukan? 

Mungkin kawan-kawan yang satu background pendidikan dengan saya, akan mempertanyakan hal yang sama dan menganggap bahwa dirinya tak istimewa, karena banyak yang lebih hebat dan unggul darinya.

Bagi saya, saya mungkin tak sehebat kawan-kawan lainnya yang berasal dari jurusan ekonomi dan bisnis dimana mereka akan berkontribusi besar memperbaiki ekonomi Indonesia, atau jurusan teknik yang akan mengembangkan teknologi baru dalam pembangunan Indonesia maupun arsitek yang akan merancang sistem bangunan anti bencana. Tapi, pastinya saya punya sesuatu yang berbeda dan saya harus membuat perbedaan itu.

Yang paling penting harus ditanamkan ialah, hormatilah sekecil apapun pencapaian dan kontribusi yang kawan-kawan miliki. Ini adalah bentuk dari penghargaan terhadap diri sendiri dan rasa syukur atas apa yang telah dilewati dan dimiliki.

The only wall you need to conquer is the one you built in your mind.

Seringnya, musuh yang menghalangi kita itu ada dalam diri kita sendiri, mereka ada dalam pikiran yang kita ciptakan sendiri.

Mereka bisa jadi diantaranya berwujud rasa ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dan segala bentuk negatif lainnya. Bentuk-bentuk negatif dalam diri itulah yang pertama sekali harus kita perangi dan hancurkan.

Lalu, pertanyaan berikutnya yang timbul mungkin seperti ini, “bagaimana saya harus bergerak selanjutnya? Apa yang harus saya lakukan?”

Baca juga: Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan

WhatsApp Image 11 2018-12-09 at 17.56.43Ingat kembali apa yang telah kawan-kawan lakukan, raih dan dapatkan serta kontribusikan, lalu kemaslah dengan baik untuk dicantumkan ke dalam Daftar Riwayat Hidup (CV) ataupun aplikasi lamaran Beasiswa maupun Kerja.

Sekecil apapun itu, akan menjadi pertimbangan besar bagi mereka pemberi beasiswa dalam maupun luar negeri. Mereka yang akan menilai. Yang harus kita lakukan adalah menunjukkan semua potensi yang kita punya. Do your best, and forget the rest.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal di atas. Sebagai orang-orang yang berasal dari jurusan kependidikan, masa depan pendidikan bangsa ada di tangan kita. Generasi pendidik masa depan. Dedikasi tulus untuk mencerdaskan bangsa ini layak untuk difasilitasi dan dipertimbangkan.

Akhirnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan dan pencapaian yang bisa diraih bagi kita yang memiliki tekad besar untuk keluar dari zona nyaman.

Baca juga: Proses Perjalanan AAS Saya

Baca juga: Menemukan Titik Balik Kesuksesan

Yanri Ramdhano is an Indonesian educator and a news presenter of Jambi TV. He is also an Awardee of Australia Awards Scholarship, and he is currently studying Master of Education at Victoria University, Melbourne, Australia. He is a teacher in the English Village, Pare - Kediri, East Java, Indonesia; was an alumnus of IVLP OD TESOL Leadership Exchange USA 2016; a Counsellor of Pre-service English Teacher EPIC Camp 2016 RELO US Embassy Jakarta; a Camper of RELO EPIC Camp 2015 US Embassy Jakarta; an Ambassador of Indonesian Language for Jambi Province 2013-2014; a teacher at MEI English Course Jambi 2012-2015.

One thought on “Bagaimana bila saya tidak punya prestasi apa-apa?

Leave a Reply to Beasiswa Australia 2021 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *