Australia Awards Scholarship (AAS)

Perkuliahan saya di Australia

Sharing cerita buat teman-teman

(Tulisan ini saya buat di Semester 1 beberapa bulan lalu, intake Februari)

Yanri Ramdhano - Shrine of Remembrance, Melbourne
Shrine of Remembrance, Melbourne – Victoria, Australia

Perkuliahan di universitas di Aussie rata-rata cuma berlangsung 12 minggu atau 12 kali pertemuan per semester. Nah, itupun kami punya mid-break 1 minggu, setelah minggu ke 6. Kalau kita di Indonesia biasanya punya durasi 16x pertemuan dalam satu semester.

Selain itu, khususnya di Jurusan saya sekarang ini, Master of Education, Educational Management, Victoria University, kita tidak punya ujian semester ataupun tengah semester. Penilaian atau assessment (grading) dilakukan melalui weekly essays atau summaries dan final essays atau reports.

Setiap semester nya Saya cuma punya dua mata kuliah (tentü dengan beban sks yang besar, masing-masing mata kuliah 24 sks).

::Kuliah nya nyantai banget, tapi tugas nya engga nyantai::

Rata-rata mata kuliah wajib akan mensyaratkan kita menulis laporan mingguan dan tugas akhir dengan total 8000 kata dan mata kuliah pilihan kisaran maksimum 5000 kata. Menulis laporan mingguan itu perlu disiplin diri. Menulis itupun bukan perkara mudah apalagi bagi kita yang tidak terbiasa. Disamping menulis, kita diwajibkan mempunyai dukungan referensi yang cukup dan kuat. Seperti yang sering kita dengar, kuliah Master atau Magister mengharuskan kita membaca banyak literatur, referensi atau buku. Ya, begitulah adanya. Kurang membaca sama dengan kurang maksimalnya bobot (content) dari tulisan laporan, essay atau summary kita.

::Yang menyenangkan adalah::

Oleh beberapa dosen, absen kehadiran tidak terlalu diperhatikan.

Perkuliahan saya di Australia ini seperti main-main –tapi, kembali lagi ke paragraf atas– tugas kampus dan nilai akhir nya tidak main-main.

Sistem pembelajarannya “Blended learning” dimana prosesnya ialah dengan “On campus” dan “Online”. Kita punya forum diskusi online di website kampus khusus kelas mata kuliah masing-masing. Dosen menyediakan semua informasi (silabus, link reading, video, dll) disana dan kita harus jeli dalam membaca semua informasi. Jangan sampai terlewat sedikitpun karena berakibat pada ketertinggalan di proses pembelajaran.

Pertemuan tatap muka setiap mata kuliah saya umumnya dilakukan sekali dalam 2 minggu. Selang seling, bila minggu ini kuliah di kampus, minggu depan “self-study, online, belajar mandiri di rumah atau libur tidak ke kampus”.

Perkuliahan berlangsung antara 2-3 jam, itupun jadwal malam, antara jam 18.00-21.00.

Nah, kebetulan dari dua mata kuliah saya di semester satu (intake Februari), pertemuannya selang seling. Mata kuliah A hari Selasa malam, sementara mata kuliah B jadwalnya Kamis malam. Bila satu mata kuliah on campus, mata kuliah lainnya online. Artinya saya cuma datang ke kelas di kampus sekali dalam seminggu. Sisanya ngapain? Ya travelling, jalan-jalan, bertamasya keliling dan ke sudut kota mengembara menjelajahi Australia ataupun bekerja (paruh waktu).

Oh ya, liburan semester tengah tahun kami disini 2 bulan dan liburan semester akhir tahun atau tahun baru itu 3.5-4 bulan.

Sekian dulu kawan-kawan. Semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman.

Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s