Australia Awards Scholarship (AAS)

Tipe-tipe program Master

Topik ini juga menjadi bahan yang umum dipertanyakan oleh kawan-kawan yang ingin berkuliah ke luar negeri, termasuk juga saya waktu pertama kali ingin apply beasiswa khususnya. Selain kebingungan antara Master by Coursework vs. Master by coursework with minor thesis vs. Master by Research, kita juga terkadangkan dibingungkan dengan nama-nama seperti Graduate Certificate, Graduate Diploma, Professional Certificate maupun Master of … ketika membaca informasi pilihan program yang disediakan di website-website universitas luar negeri.

1. Master by Coursework (with minor thesis)

Bila Anda ingin merasakan pengalaman perkuliahan di dalam kelas secara normal sepanjang study S2, Master by Coursework adalah pilihan yang cocok. Sistem pembelajaran Master by coursework di Luar Negeri sama dengan program Magister di Indonesia atau untuk lebih mudah menggambarkannya ialah sama dengan sistem pembelajaran S1, yaitu metode ceramah maupun seminar di dalam kelas dan bertemu dengan dosen secara rutin. Pertemuan mata kuliah nya dijadwalkan seperti biasanya setiap minggu. Namun, sistem perkuliahan di luar negeri khususnya Australia ialah blended learning, yaitu kombinasi antara kelas regular di kampus (on campus) dan online. Online class memberikan kesempatan bagi Anda untuk self-study, mempelajari sendiri materi dan literature sesuai topik yang diberikan oleh dosen, dan biasanya dosen juga memberikan link-link sumber belajar baik itu jurnal, artikel, maupun video. Bila Anda juga berniat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya setelah lulus S2, Master by Coursework with minor thesis juga salah satu yang sangat dianjurkan bagi Anda. Program belajarnya dilakukan secara normal, namun bedanya hanyalah Anda juga akan diharuskan menyelesaikan proyek thesis atau research di akhir semester. Mata kuliah pengantar untuk research biasanya sudah diterima sejak semester dua, dan sejak saat itu Anda akan memulai proyek pengerjaan thesis yang akan berakhir di semester empat. Namun, di beberapa universitas, program Thesis biasanya akan full dilakukan di semester akhir (empat). Program ini berlangsung antara dua hingga empat semester.

2. Master by Research

Program ini sudah hampir sama dengan PhD atau Doctor study. Master by research adalah program bagi Anda yang berminat dan ingin fokus ke bidang penelitian. Persentase terbesar program ini adalah dikhususkan bagi research dan pengembangannya. Walaupun begitu, Anda akan tetap menerima perkuliahan pengantar research dan pembekalan maupun seminar-seminar yang diselenggarakan oleh pihak universitas di semester awal maupun di minggu-minggu pertama semester satu. Program ini memberikan kebebasan bagi Anda mengeksplorasi sendiri semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan research Anda. Pertemuan dengan dosen pembimbing akan dilakukan dengan lebih fleksibel. Program ini umumnya berlangsung selama empat semester.

3. Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma

Tiga nama program di atas pada dasarnya sama, hanya saja beberapa universitas menggunakan istilah yang berbeda, dan terkadang juga terdapat ciri khas khusus yang mungkin diberikan untuk membedakan program-program tersebut. Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma ini boleh dikategorikan dalam kursus singkat yang durasinya satu atau dua semester diperuntukkan bagi para professional atau pekerja yang ingin memperdalam ilmu nya di bidang-bidang tertentu maupun meningkatkan kualifikasi profesional untuk jabatan pekerjaan yang sedang dijalankannya. Program ini adalah program lanjutan setelah S1, artinya bila Anda belum lulus S1, tidak bisa mengikuti program ini. Graduate Certificate juga mengharuskan mahasiswanya mengambil mata kuliah bersyarat dengan jumlah credit point (sks) yang ditentukan serta menawarkan mata kuliah pilihan untuk melengkapi persyaratan minimum sks kelulusan. Nah, bila Anda misalnya sedang menjalankan program Master dengan durasi dua tahun, satu tahun pertama program Anda itu bisa dikategorikan ke dalam Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma. Artinya, ketika seorang mahasiswa telah menempuh program Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma, dia bisa mendapatkan gelar Master dengan melanjutkan/ menambah masa study untuk menggenap sisa credit points (sks) yang disyaratkan dalam penyelesaian study Master.

Mengingat kembali pengalaman saya pribadi ketika proses mengisi data di OASIS untuk AAS, saya sejujurnya ternyata salah dalam memilih kode jurusan (CRICOS). Yang seharusnya saya pilih Master, di aplikasi saya malah menginput data Graduate Certificate, karena saya tidak memahami betul perbedaanya. Kebingungan ini bukan saya sendiri yang alami, tapi juga kawan-kawan awardee lainnya. Pemahaman tersebut akhirnya diluruskan oleh Academic Advisor Australia Awards Indonesia, Profesor Victor Callan, dalam pemaparan yang beliau sampaikan saat pembekalan AAS (PDT). Selain itu, topik ini merupakan pertanyaan umum dan pertanyaan bersama kami pada saat pembekalan tersebut. Selanjutnya, pertanyaan tersebut juga banyak saya terima akhir-akhir ini dari kawan-kawan yang sedang dalam proses persiapan aplikasi/ melamar AAS.

Sebagai penutup, bagi Anda yang ingin melamar beasiswa S2 ke luar Negeri, pastikan Anda memilih jurusan dengan label “Master” / “Master of …” (misal: Master of Education, dll) , bukan Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma. Graduate Certificate atau Professional Certificate atau Graduate Diploma bukanlah program yang Anda tuju dan pilih dalam proses melamar beasiswa atau kuliah S2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s