Australia Awards Scholarship (AAS)

Keputusan memilih jurusan study Master di Australia

Ketika masih dalam tahapan proses pendaftaran administrasi Australia Awards Scholarship (AAS), saya sejujurnya memilih hanya satu jurusan dan satu universitas tujuan. Setelah dinyatakan lulus AAS dan mengikuti Pre-Departure Training (PDT), Saya dan kawan-kawan diberikan pencerahan dan pembekalan sejak hari pertama pembukaan program tersebut di Jakarta. Di hari kedua program, pihak Australia Awards Indonesia menyelenggarakan University Information Day (UID), yakni Pameran Pendidikan Australia, yang dihadiri oleh puluhan perwakilan universitas di Australia dari setiap negara bagiannya, dan pihak-pihak penyedia beasiswa lainnya dalam maupun luar negeri. UID ini juga terbuka untuk umum pada siang harinya sampai dengan selesai, dimana pada pagi hari nya memang dikhususkan bagi para awardee AAS. Dalam dua minggu pertama PDT, kami diberikan kesempatan untuk memantapkan pilihan jurusan dan universitas tujuan dan dipandu langsung oleh Pembimbing Akademik AAI untuk para awardee yaitu Profesor Victor Callan dalam Pre-Info Day Course Counselling maupun Course Counselling Day lainnya.

Namun, pertama sekali yang ingin saya sampaikan ialah tentang Linieritas Jurusan yang akan diambil. Mungkin kawan-kawan sering bertanya-tanya tentang hal ini. Berdasarkan pesan dari Profesor Callan, konsep linieritas yang beliau pesankan kepada kami ketika memilih jurusan ada dua, yaitu:

  1. linier dengan latar belakang jurusan di jenjang pendidikan sebelumnya, dan/atau
  2. linier dengan bidang pekerjaan yang saat ini sedang dijalani.

Jadi, dalam menentukan linieritas jurusan pribadi, Anda harus berpatokan kepada salah satu dari dua poin tersebut. Jangan khawatir bila misalnya di waktu kuliah S1 jurusan yang Anda ambil adalah Pertanian, namun ternyata saat ini Anda sedang bekerja di BANK, karena inilah lapangan pekerjaan yang tersedia dan Anda juga (kemungkinan) menikmati bidang pekerjaan ini. Anda tentu boleh saja melanjutkan pendidikan program Master (S2) di bidang perbankan, ekonomi maupun akuntansi, karena ini linier / sejalan dengan bidang pekerjaan saat ini. Sebaliknya, bila ternyata Anda tidak ingin melanjutkan pekerjaan di bidang perbankan tersebut dan ingin kembali ke jurusan semula (pertanian), dengan alasan ingin benar-benar memulai karir yang baru dan berkontribusi di bidang pertanian tersebut, Anda juga sangat boleh mengambil jurusan di bidang pertanian itu. Nah, itulah penjelasan singkat tentang konsep linieritas untuk melamar beasiswa. Topik linieritas ini sangat banyak ditanyakan oleh rekan-rekan yang ingin melamar beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Selanjutnya, berikut ini adalah pesan dari Profesor senior pembimbing Akademik AAI tersebut tentang beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih Universitas:

  1. Apakah universitas itu menyediakan jurusan yang kita butuhkan
  2. Apakah jurusan dari universitas tersebut menyediakan mata kuliah yang kita butuhkan
  3. Reputasi jurusan tujuan
  4. Reputasi dari universitas tersebut. Jadi walau ranking nya tinggi tapi jurusan/ mata kuliah yg kita butuhkan tidak ada, ya tetap tidak bisa kita pilih universitas itu.
  5. Kota tujuan yang sudah diimpikan atau menjadi impian.

Di sisi lain, beliau juga berpesan:

  1. Sejauh ini ranking satu universitas diukur terutama dari hasil riset nya, bukan dari kualitas pengajarannya.
  2. Universitas yang termasuk dalam daftar perguruan tinggi AAS adalah universitas pilihan dan terbaik semua di bidangnya.
  3. Setiap universitas punya kelebihan nya masing-masing.
  4. Kualitas pendidikan di Australia itu sama semua (merata). (Kita menyadari dan mengakui bahwasanya pendidikan di Australia sudah jauh lebih maju dan perhatian semua sektor terhadap pendidikan itu tinggi. Jadi jangan khawatir dengan pilihan institusi/ universitas tujuan yang ingin kita inginkan. semua bagus. Ini jelas berbeda dengan di Indonesia dimana antar universitas-universitas yang ada di Pulau Jawa saja punya gap/ kesenjangan yang cukup tinggi apalagi bila universitas di pulau jawa dibandingkan dengan universitas di luar pulau jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dll. Kesenjangan ini pun terjadi di jenjang pendidikan menengah dan dasar).
  5. Semakin tinggi ranking satu universitas, semakin banyak peminat dan semakin banyak pula jumlah mahasiswa dalam satu kelas. Artinya, pendekatan antara pengajar dan mahasiswa nya pun juga akan terbatas bahkan kurang. Profesor atau dosen nya akan mempunyai tugas luar kampus yang lebih banyak sehingga perkuliahan jarang terjadi di kelas. Nah, bagi Anda yang berminat untuk mengambil Master by Coursework khususnya, salah satu tujuannya pasti untuk mendapatkan pengalaman belajar di dalam kelas.

Nah, ketika kawan-kawan sudah di posisi diterima AAS dan mengikuti pembekalan nantinya, kawan-kawan akan menemukan sudut pandang baru dalam mengambil keputusan. Begitu pula dengan saya, selama pembekalan tersebut akhirnya saya berkesempatan mempertimbangkan ulang tentang banyak hal khususnya dalam membuat keputusan akhir memilih universitas. AAI membolehkan awardee untuk pindah universitas/ memilih universitas yang berbeda dari yang semula sudah diisi di OASIS, asalkan bukan pindah jurusan. Namun, pindah jurusan atau merubah pilihan jurusan dari yang semula diisi di OASIS adalah sangat tidak diizinkan, karena para awardee ini dipilih dan diluluskan oleh pihak penguji atas dasar prioritas jurusan dan program-program yang mereka ajukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s