Australia Awards Scholarship (AAS)

Persiapan PDT Australia Awards Scholarship (AAS)

Pertama sekali saya ucapkan selamat kepada Anda yang telah terpilih dan lulus sebagai awardee Australia Awards Scholarship. Saya paham betul banyak yang sudah Anda lewati dan perjuangkan untuk ini serta keputusan-keputusan yang harus diambil dan yang tak kalah pentingnya lagi selain rasa bahagia (excited) ialah kebingunan-kebingungan yang menyelimuti tentang apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani masa-masa Pre-Departure Training (PDT) baik itu di Jakarta maupun di Bali. Nah, kali ini saya akan menuliskan dan mungkin menceritakan sesuai pengalaman saya di 2017 lalu ketika menerima pengumuman lulus.

1. Dokumen

Siapkanlah semua dokumen asli yang Anda submit di OASIS untuk dibawa ke lokasi PDT karena akan diverifikasi oleh Tim Australia Awards Indonesia (AAI) di Jakarta ataupun di Bali. Persiapkan juga beberapa lembar fotokopi dan legalisir dokumen yang diperlukan tersebut secukupnya. Catatan: verifikasi ini biasanya tidak dilakukan di minggu pertama Anda datang dan memulai PDT, tetapi setelah dua atau tiga minggu kemudian. Jangan khawatir tentang dokumen apa saja yang harus dibawa, karena pihak AAI akan mengemailkan Anda secara personal tentang dokumen masing-masing yang wajib disertakan selama PDT.

  • Ijazah (Berbahasa Indonesia Asli dan fotokopi legalisir)
  • Ijazah Terjemahan
  • Transkrip Nilai (Berbahasa Indonesia Asli dan fotokopi legalisir)
  • Transkrip Nilai terjemahan
  • Akta kelahiran (Bahasa Indonesia & Terjemahan)
  • Referee Report (Surat Rekomendasi)
  • CV
  • Paspor & KTP (Asli dan fotokopi)
  • Sertifikat IELTS/TOEFL (Just in case you need it, tapi basically tak digunakan sama sekali karena sudah ada hasil dari Tes IELTS AAS)
  • Setifikat-sertifikat penghargaan (bila disubmit ke OASIS).
  • Pas foto (bila diperlukan)

2. Buka rekening BCA untuk uang saku bulanan selama PDT.

3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Bagi yang sudah memiliki skor IELTS cukup (minimal 6.5), Anda akan langsung memulai PDT dalam waktu dekat. Pengalaman saya dulu, saya terima email kelulusan AAS di tanggal 24 Agustus 2017, dan tanggal 4 September harus sudah memulai PDT di Jakarta. Ini adalah waktu yang sangat singkat dan cukup sibuk bagi saya pribadi khususnya karena pada waktu itu saya sedang bekerja di Kediri, Jawa Timur, sementara itu saya juga harus mengurus SKCK di kampung halaman, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Agar tidak merasakan pengalaman agak cukup keras seperti saya, yang harus Anda perhatikan dalam mengurus SKCK ialah:

  1. Untuk AAS cukup menggunakan SKCK yang dikeluarkan oleh Polres, bagi yang berasal dari daerah (Kabupaten). Bila Anda tinggal di desa dan jauh dari Ibu kota Propinsi, anda cukup datang ke Polres di ibu kota kabupaten.
  2. Ketika mengisi data di Polres, tulislah sederhana saja di kolom Keperluan : Melanjutkan Pendidikan. Jangan ada embel-embel luar negeri. Karena pada prinsipnya SKCK ini hanya digunakan untuk keperluan administrasi AAI di Jakarta bukan di luar negeri ataupun Australia. Anda takkan membawa SKCK ke Australia. Kalau Anda tulis di kolom keperluan tersebut dengan bunyi melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau melanjutkan pendidikan ke Australia (Australia Awards Scholarship), pihak Polres atau Polda akan meminta Anda menyertakan surat tanda terima di kampus tujuan di Australia. Nah, disinilah letak permasalahannya. Bila lulus AAS, Anda belum memiliki LoA karena pihak AAI yang akan membantu proses mendapatkan LoA kampus ini. Jadi, bijaklah mengisi dokumen sehingga semua urusan administrasi Anda dengan pihak kepolisian diharapkan bisa berjalan lancar tanpa tantangan dan rintangan.

Ini pengalaman pribadi saya di bulan Agustus 2017 lalu:

Tanggal 28 Agustus hari minggu saya pulang ke Rimbo Bujang (Jambi) dari Jawa Timur, memakan waktu kurang lebih 18 jam perjalanan. Saya berangkat pukul 6 pagi dari Pare, Kediri menuju bandara Juanda (3 jam perjalanan) menunggu penerbangan ke jakarta (selama 2 jam), penerbangan saya jam 11 dan saya harus transit di Jakarta sekitar 4 jam. Setelah tiba di jambi, saya harus naik travel ke kampung halaman dengan jarak 6 jam. Saya tiba di rumah pada hari minggu itu juga sekitar pukul 23.00. Sudah tengah malam.

Tanggal 29 selasa jam 10 pagi saya ke Polres. Apa yang terjadi? Dalam waktu yang sangat mepet, saya harus bersabar menahan hati melewati prosedur birokrasi yang cukup panjang hanya karena saya menuliskan di kolom Keperluan SKCK : “Melanjutkan Pendidikan/ Australia Awards Scholarship”. Saya akhirnya sadar saya tidak mempertimbangkan efek berikutnya dari apa yang saya tulis, entah ingin menyalahkan diri sendiri atau bagaimana, entahlah, tulisan itu mempersulit diri saya sendiri.

Walaupun saya sudah jelaskan dengan sebaik mungkin bahwa SKCK ini hanya untuk keperluan administrasi di Jakarta bukan di Australia, pihak Polres di daerah saya tetap tidak bisa menerima dan mengerti, mereka tidak bisa mengeluarkan SKCK untuk saya hari itu juga. Mereka bersikeras mengatakan bahwa untuk urusan study luar negeri harus ada surat tanda terima kampus di luar negeri dan hanya bisa dikeluarkan di Polda. Yang mereka lakukan hanyalah memberikan saya surat pengantar untuk mengurus SKCK tersebut ke Polda (di ibu kota Propinsi Jambi).

Ini tantangan besar. Dari rumah saya ke ibu kota kabupaten (Tebo) itu berjarak 1 jam perjalanan darat yang sangat jauh, sementara dari rumah saya ke ibu kota Jambi (Polda) memakan waktu 6 jam. Maka bisa bayangkan saya cukup kewalahan dan kelimpungan menghadapi keadaan itu. Walaupun ini cukup konyol tapi apa daya, saya harus menjalani proses. Akhirnya saya harus pulang ke rumah tanpa membawa SKCK.

Di hari itu juga pada malam harinya pukul 21.00 dengan menggunakan Travel saya berangkat ke Kota Jambi, dan tiba disana pukul 3 dini hari, saya menginap di rumah teman.

Tanggal 30 Agustus Pada pukul 8 pagi. Dengan tidur yang sangat kurang, saya sudah bersiap untuk berangkat ke Polda.

Begitu saya tiba di Polda, pihak staf pengurusan SKCK Polda juga bertanya hal serupa tapi syukur Alhamdulillah Ibu pegawai yang mengurus SKCK saya itu memahami kondisi saya dan bisa mengerti keadaan dan penjelasan saya. Akhirnya SKCK saya jadi dengan redaksi bahasa di perihal/keperluan : “Melanjutkan Pendidikan” tanpa embel-embel “luar negeri”. Saya cukup terbantu dengan itu dan merasa cukup lega di keadaan itu. Saya doakan Ibu pegawai di Polda itu semoga hidupnya senantiasa diberikan kemudahan. Amin Ya Allah. Untuk itu, saya tidak mau ini terjadi pada Anda rekan-rekan yang juga sedang mempersiapkan diri.

Tanggal 30 Agustus siang itu juga saya kembali ke Rimbo Bujang, dan tiba di rumah sekitar pukul 19.00an.

Saya akhirnya Cuma punya waktu satu hari untuk beristirahat di rumah karena pada hari jumat tanggal 1 september saya sudah harus terbang kembali ke Jakarta. Saya harus memastikan mendapatkan tempat tinggal (kos) di daerah Kuningan sebelum PDT dimulai pada hari senin 4 september 2017.

Begitulah di balik persiapan PDT AAS saya yang semoga bisa jadi gambaran bagi rekan-rekan sekalian.

Sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s