Australia Awards Scholarship (AAS)

Uang Saku Beasiswa AAS

Australian DollarsBagi Anda yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri melalui beasiswa mungkin bertanya-tanya berapa besaran angka yang akan diterima dan pembiayaan seperti apa yang akan diberikan oleh penyedia beasiswa. Terus terang saya tergelitik untuk menulis dengan judul ini setelah membaca record pencarian pembaca di data base blog saya yang persis berbunyi “uang saku beasiswa AAS” (dan belakangan saya perhatikan di data statistik blog saya, memang artikel ini lebih populer dan paling banyak dicari :D ).  Untuk beasiswa Australia Awards sendiri, sebenarnya poin ini sudah dijabarkan secara rinci di dalam Policy Handbook AAS yang bisa diunduh langsung di laman (web) Australia Awards Indonesia, namun untuk membantu menjawab pertanyaan rekan-rekan selama ini, disini akan saya jabarkan pembiayaan apa saja yang dijamin/ ditanggung/ diberikan oleh pemberi beasiswa ini.

Pra-program: (Sistem Reimbursement – bagi yang berdomisili di luar kota)

Apabila Anda sudah dinyatakan lulus tahapan administrasi, maka Anda akan diundang untuk menghadiri wawancara di beberapa kota yang telah ditentukan dan sebenarnya sudah Anda pilih sendiri di fomulir aplikasi online. Dalam perjalanan saya, saya berdomisili di Jambi dan memilih lokasi Tes IELTS dan wawancara JST AAS di Jakarta. Oleh karena itu saya bisa mengklaim reimbursement saya untuk dua poin di bawah ini:

  1. Tiket pesawat PP ke lokasi Tes IELTS & Wawancara JST AAS.
  2. Biaya penginapan di sekitar lokasi Tes IELTS & Wawancara JST AAS. (maksimal Rp750.000)

Bila dinyatakan Lulus

Setelah dinyatakan lulus AAS (lolos melalui semua tahapan), seluruh awardee akan menjalani Pre-Departure Training (PDT) di Jakarta atau di Bali. Lama training ini sekitar 1,5 s/d 9 bulan tergantung kondisi skor IELTS. Selama training ini seluruh awardee akan menerima:

  1. Tiket pesawat PP ke lokasi PDT (bagi yang berdomilisi di luar kota – reimbursement)
  2. Uang saku bulanan Rp3.000.000 (setiap tanggal 1 atau sehari sebelum tanggal 1). Uniknya adalah, walaupun seorang awardee, misalnya, hanya menjalani PDT selama 1,5 atau 2 bulan, mereka akan tetap menerima uang saku selama 4 bulan (terhitung 1 semester). Seperti saya misalnya, walaupun PDT saya hanya kurang lebih dua bulan (September-Oktober), saya tetap menerima uang saku bulanan November dan Desember.
  3. Biaya Medical Check Up (MCU) di RS Jakarta ataupun Bali dan pengurusan Visa Student untuk Australia. Keistimewaan lainnya disini ialah, apa yang terjadi bila ternyata Anda terdeteksi mengidap penyakit tertentu seperti TBC misalnya, lantas visa Anda tidak bisa langsung diproses? Pihak Australia Awards Indonesia akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk menjalani pengobatan (biaya pribadi) dan menunggu sampai Anda dinyatakan bersih dari jenis penyakit yang menjadi persayaratan bagi pengurusan visa.

 Keberangkatan ke Australia:

  1. Tiket Pesawat dari Jakarta ke Australia
  2. Awardee akan menerima Establishment Allowance AU$5000 pertama kali tiba di Australia, ini untuk membantu memenuhi kebutuhan awal mereka.
  3. Uang saku AAS diberikan kepada awardee melalui kampus masing-masing setiap dua minggu sekali (per dua minggu) sebesar AU$1150.80. Jadi, total per tahun sekitar AU$30,000 (atau lebih dari Rp300 jutaan). Nah, secara umum biaya hidup di Australia termasuk tempat tinggal kurang lebih separuh dari total uang yang diterima per tahun itu. Artinya, Anda akan bisa berhemat dan menabung sekitar setidaknya AU$15.000 per tahun atau sekitar Rp150an juta. Ini tentu saja tergantung dari gaya hidup Anda.
  4. Biaya administrasi kuliah penuh selama masa study.

BACA juga rincianBiaya Hidup di Melbourne (Australia)

Selain itu terdapat juga Supplementary Academic Support, Asuransi OHSC Alliance, tiket PP reunion (pulang liburan tahun pertama ke Indonesia), dan lain-lain.

Jadi, menurut saya sebagai penerima beasiswa Australia Awards, Anda ‘sangat’ tidak perlu khawatir dengan anggaran dana hidup dan study Anda nantinya.

Nah, selain menjadi informasi penting, mungkin poin ini juga menjadi salah satu dari sekian banyak motivasi atau latar belakang kenapa pembaca ingin menjadi bagian dari awardee Australia Awards. Terlepas dari itu semua, uang saku beasiswa ini adalah bagian dari komponen pendukung yang merupakan bagian dari fasilitas untuk kesuksesan study kita di Australia. Untuk itu, sudah sebaiknya kita tetap meluruskan niat bahwasanya tujuan kita adalah ingin menimba ilmu di Australia dan mengamalkannya kembali nanti di negeri kita tercinta ini, Indonesia.

Salam sukses!

5 thoughts on “Uang Saku Beasiswa AAS

  1. Selamat pagi, saya andika mau bertanya.
    Dari pengalaman bapak yanriramdhano, sebelum mendaftar beasiswa AAS, apakah sudah mendaftar dulu di universitas yang di tuju untuk mendapatkan LoA, atau bagaimana ya?
    Atau alurnya apakah kita mendaftar di univ tujuan baru setelah itu mendaftar beasiswa AAS atau sebaliknya?
    Terima kasih.

    Like

  2. Assalamualaikum kak… Perkenalkan nama saya Asep Saepulloh Ibrahim
    Ada beberapa pertanyaan tentang beasiswa ini
    1. Apakah boleh membawa keluarga?
    2. Uang yang jumlahnya seperti yang dijelaskan di atas apakah cukup kalau membawa keluarga!
    Boleh lah di ceritakan pengalaman kawan-kawan kakak disana yang membawa keluarga
    Terima kasih sebelumnya, semoga diberikan kesehatan dan keberkahan selalu. Amiin

    Like

    1. Wa alaikum salam. Halo Mas Asep,

      1. AAS membolehkan membawa keluarga namun dengan syarat tertentu. Yakni, keluarga tidak boleh langsung dibawa sejak kedatangan pertama ke Australia. AAS ingin memastikan para awardee nya harus sudah settle terlebih dahulu sebelum membawa keluarga. Biasa nya kawan-kawan awardee Australia yg berkeluarga paling cepat menjemput kembali keluarga nya ke Indonesia setelah tiga bulan mereka menjalani kehidupan dan beraktifitas di Australia. Mereka sudah mampu menemukan dan menjamin tempat tinggal yang permanen bagi keluarga kelak, pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya.

      2. Cukup atau tidak nya uang saku AAS sifatnya relatif tergantung gaya hidup dan juga jumlah anggota keluarga. Menurut saya pribadi, uang saku tersebut masih akan cukup (atau mungkin juga pas-pasan) bila digunakan oleh keluarga yg belum punya anak, dan tidak cukup bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan anak. Untuk itu, awardee yg sudah punya anak akan bekerja sambil kuliah. Syukurnya, lapangan pekerjaan tersedia dan AAS mengizinkan awardee untuk bekerja begitu juga spouse (pasangan). Biasanya awardee dan pasangan nya akan bekerja.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s