CAMP EPIC/TESOL/RELO/USA/IVLP

Pelajaran Hidup dari Negeri Barat : Untuk Bangsa Timur

Kita sering mendengar dan membaca kutipan yang berbunyi seperti ini “Rumus hidup paling simpel: Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”.

Rumus hidup seperti ini ternyata sangat tinggi pengamalannya oleh warga negara Amerika Serikat. Disana semua orang sangat menghormati HAM. Beda jauh dari opini yang selama ini kita dapatkan dari mulut ke mulut yang katanya orang Barat itu sombong dan tidak peduli dengan orang lain. Beda konteks ternyata. Mereka tidak peduli dengan urusan rumah tangga orang sebagaimana urusan rumah tangga mereka tidak ingin dicampuri oleh orang lain, dan banyak lagi contoh lainnya yang dapat kita temukan apabila kita berkesempatan mengunjungi Negeri Paman Sam ini akan membuka mata kita, menyaksikan fakta yang berbeda dari omongan orang selama ini di Indonesia.

Ternyata kepedulian mereka (orang Amerika) lebih tinggi dari pada kita yang diakui sebagai bangsa Timur nan ramah dan lembut. Ataukah mungkin kita telah kehilangan jati diri sebagai orang Timur?

Di tempat umum misalnya, sering ketika saya dan teman-teman rombongan berfoto bersama dan mengharuskan salah satu dari kami mengalah untuk mengambil gambar itu, selalu saja ada orang yang apabila kebetulan melintas di dekat kami menawarkan bantuannya untuk mengambilkan gambar agar teman yang belum masuk dalam foto tersebut juga bisa bergabung di dalam satu momen yang diabadikan itu. Begitu selalu, begitu perlakuan mereka pada kami orang asing ini, bukan warga negara mereka, orang Asia, Indonesia yang jauh dari mereka. Ya, mereka tidak membedakan siapa saja yang harus dibantu, prinsip nya adalah mereka membantu siapapun untuk kemudian suatu saat juga dapat dibantu oleh siapapun. Bahkan setiap hari kami tidak absen dari mendengar kata “Hi!, Hello!, How are you doing?, Excuse, me!; Sorry; dan Thank you!” dari orang-orang baru yang kami temui tak peduli kenal atau pun tidak. Ya, ini merupakan cerminan keramah-tamahan mereka.

Contoh lainnya ialah tentang kehidupan berlalu lintas. Negara ini sangat tertib lalu lintas, saya secara pribadi belum bisa menemukan yang sama dari sekian banyak kota yang sudah saya kunjungi di Indonesia . Disini seluruh kotanya menggunakan sistem satu arah (One Way), ini membuat semua lebih tertib. Selain itu, pengendara mobil sangat sangat menghargai pengguna jalan lainnya. Mereka sangat menghormati para pejalan kaki. Oh ya, untuk diketahui di Amerika Serikat itu cuma ada dua jenis kendaraan pribadi di jalan raya, yaitu Mobil dan Sepeda, selain itu transportasi umum seperti bus dan taxi atau berjalan kaki. Nah, hampir tidak ditemukan ada motor yang melintasi jalan raya, beda jauh dari Indonesia yang pengguna motornya melimpah ruah, berserakan di jalanan dan membuat kacau lalu lintas. Yah, pengendara mobil pun juga kebanyakan begitu. Negara kita hanya mampu membeli mahal kendaraannya tapi tak mampu mempelajari tata tertib dan menghormati hak sesama.

Kembali ke persoalan tadi, bagaimana maksudnya para pengendara mobil sangat menghormati para pejalan kaki, yaitu dengan memberikan kesempatan yang sangat besar bagi pejalan kaki untuk menyeberang, kendaraan disana melaju dalam kecepatan rendah sekitar 40km/jam sehingga mudah untuk mengerem dan berhenti. Pengalaman saya dan teman-teman dalam hal ingin menyeberang di jalan raya khususnya di bagian sisi yang tidak ada lampu merahnya, para pengendara mobil selalu mulai memijak remnya dan dari jauh terlihat memperlambat kecepatan dan akhirnya berhenti kurang lebih 10 meter dari kami untuk memberikan kesempatan menyebarang. Ini terjadi di semua tempat.

Sudah pasti, mereka tertib rambu lalu lintas. Di Indonesia, kita semua pernah mengalami harus berlarian dengan kencang ketika ingin menyeberang karena kendaraan yang melintas itu awalnya masih jauh baik itu mobil maupun motor namun tetap tidak memperlambat kecepatan dan semakin melaju kencang bahkan dengan mengagetkan membunyikan klarkson bertubi-tubi. Haha, yah itu fakta, bayangkan kalau yang diklarkson itu orang yang mengidap penyakit jantung, bisa mati di tempat. Benar kan???? Masih mengaku sebagai orang Timur yang ramah tamah, baik hati, penyayang dan tidak sombong???? Ayo kita renungkan kembali. Itu baru pemilik kendaraan dan pejalan kaki, belum lagi masalah sesama pengendara mobil, motor dan kendaraan lainnya yang suka ribut hanya karena rebutan jalan. Sama sekali tidak ada kesadaran untuk saling berbagi dalam menggunakan fasilitas umum ini.

Ada banyak pelajaran hidup sederhana yang sangat tinggi nilainya –kecil tapi membawa pengaruh besar– yang saya temukan selama di Amerika Serikat. Kita harus mengalami sendiri merantau dan berkunjung ke negeri orang itu untuk belajar banyak kebaikan dan kemajuan dari sana dan dijadikan inspirasi di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s