Self-motivation

Taklukan musuh dalam dirimu!

Banyak dari junior-junior saya yang bertanya seperti ini: “Bang, sulit ngga tes ikut kompetisi itu?” Pertanyaan mereka semua hampir sama. Yaitu tentang seputar sulitkah mengikuti seleksi suatu perlombaan atau kompetisi ini dan itu. Ini adalah salinan chat saya dengan seorang junior pagi ini atas pertanyaan nya semalam:

“Adek adalah orang yang ke-1000 yang bertanya ke abang, “Bang, susah ngga tes Dubas itu?”

Tidak ada yang susah di dunia, selama kita mau berusaha dan berdoa berserah diri pada Allah. Jikalau ini jalan yang diberikan Allah, dan kita yakin pada Allah bahwasanya kemenangan ini milik kita, maka rintangan seberat apapun akan terasa ringan dilalui.

Kunci dari semua pertandingan di dunia ini adalah: Preparation. Matangkanlah ‘preparation’ nya, niscaya tiada kata sulit keluar. Selanjutnya apa, “Kekuatan Pikiran”, jikalau dari sekarang kita sudah membayangkan kesulitan, maka kemenangan akan semakin jauh dan seolah tak mungkin tercapai. Orang sukses tidak fokus pada problem tetapi solusi, pemenang berfokus pada proses bukan hasil, pemenang itu punya afirmasi positif untuk dirinya “It might be difficult, but there must be ways to go and overcome”. bukan “ya bisa sih, tapi pasti sulit”.

Selanjutnya, hidup ini cuma masalah proses, apapun perlombaan yang akan kita ikuti itu hanyalah perantara untuk keberhasilan berikutnya. Maksudnya, Life is a game. Sometimes we win, but sometimes we learn. Jadi, no failures, but lessons. Tugas kita adalah menemukan titik balik kesuksesan dengan melalui semua ujian dan melakukan persiapan-persiapan matang di setiap ujian yang akan kita hadapi. Ingat, cuma orang yang akan naik kelas yang mengikuti ujian. Nah, untuk ini, mulailah semuanya dengan pikiran positif. I should join in this competition and I am surely gonna learn a lot from here. I don’t care the result as long as I go through the process I know God guides me to the best place. My duty is finding the place by doing as much thing as possible by keeping my mind positive. And good luck!”

 Yah, itulah jawaban yang dapat saya berikan. Saya tidak menyangka kalau ternyata chat saya di atas mencapai hampir 300 kata. Padahal saya hanya membalasnya melalui android saja.

Kehidupan memang seperti itu. Benarlah kata orang bahwasanya kehidupan ini seperti roda. Untuk bisa maju, roda itu harus terus berputar. Terkadang posisinya di atas terkadang juga di bawah. Nah, di antara kita pasti berpikir untuk ingin selalu berada di atas dan tidak ingin di bawah. Saya pribadi, menetapkan makna “di bawah” bukan sebagai sesuatu yang buruk. Posisi di bawah adalah titik balik refleksi. Di titik inilah kita belajar banyak dari kekurangan, sehingga seyogyanya kita akan menyadari kekurangan kita demi kebaikan-kebaikan berikutnya.

Prinsip utama saya dalam mengikuti satu perlombaan bukan lah untuk menjadi juara satu nya secara official maupun bersaing dengan peserta lainnya. Tetapi, untuk membuktikan pada diri saya sendiri bahwa saya ini adalah orang yang berani mengambil resiko, berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Percayalah, kita tidak bertarung menyaingi orang lain, melainkan diri kita sendiri. Ketika kita berhasil mengalahkan ketakutan-ketakutan kita, ketika kita berhasil menaklukkan ego kita. Kita akan keluar sebagai pemenang sejati yang dengan sendirinya akan menyisihkan peserta lainnya.

 Namun, jangan berkecil hati, jika di satu perlombaan ternyata kita tidak masuk sama sekali dalam nominasi. Saya sering merasakan seperti itu, lagi dan lagi, itu adalah proses pembelajaran dan kematangan. Positiflah, Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita di kesempatan yang lain. Janji Allah itu pasti, Man Jadda wa jada. Setelah kesulitan ada kemudahan. Setelah usaha yang keras ada hasil yang di dapatkan. Jadi, kompetisi-kompetisi yang kita ikuti saat ini pada prinsipnya hanyalah jembatan bagi kita menuju kompetisi berikutnya. Untuk itu, cobalah, ambil semua kesempatan sampai kita temukan jalan kita sendiri.

 Di sisi lain ada juga yang bertanya-tanya. “Saya sudah berusaha keras, tetapi kenapa selalu tidak berhasil?” Ingat kembali , jika kita merasa usaha telah keras, tapi tidak berhasil, berarti ada yang salah dengan usaha kita. Bila satu cara tidak berhasil, maka cobalah cara lainnya. Kita tidak akan bisa memperbaiki satu kesalahan dengan cara yang kita lakukan pada saat kesalahan itu kita lakukan. Carilah jalan keluar yang lain. Jangan berhenti disitu saja, jangan putus asa. Selanjutnya apa, terkadang kita sering lupa, kita mengaku telah berusaha keras, padahal ternyata ada orang lain yang usaha nya lebih keras dari kita. Untuk itu, jangan batasi cita-cita dan perjuangan Anda sampai pada akhirnya Anda berada di titik dimana ternyata kesuksesan itu benar-benar milik semua orang yang terus berjuang tanpa menyerah.

Tanpa kita sadari, sebenarnya penghalang dari keberhasilan kita ternyata ada di dalam diri kita sendiri. Untuk itu, mulai sekarang, ayolah, bangun kebiasaan positif dalam dirimu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s