Mie Kuah Pecel di Baltimore

Mie Kuah Pecel di Baltimore

Yanri Ramdhano -Indonesian Noodle Peanut (1)ss.JPGJadi ceritanya mulai hari kedua hingga berikutnya, saya termasuk sering menyambangi sebuah restoran Korea yang ternyata berada tak jauh dari hotel tempat menginap. Restoran ini menyajikan menu Asia. Wah, cocok ini untuk orang Indonesia khusus yang seperti saya. Ya, untuk urusan makanan, saya tidak seperti yang lain yang suka berwisata kuliner. Di restoran ini dipajang gambar-gambar protret keadaan kehidupan masyarakat Asia termasuk diantaranya ialah Indonesia. Menarik juga.

Saya lebih memilih makanan yang sama setiap hari dan tidak mengganti menu. Kenapa? Karena prinsipnya bagi saya, bila sudah dapat satu menu yang cocok di lidah dan di perut, maka saya akan bertahan dengan menu itu. Saya tidak mau mengambil resiko memesan makanan baru tapi akhirnya tidak sesuai selera dan terbuang, itu kan mubazir. Selain juga saya harus survive dengan makanan-makanan yang taste nya jauh berbeda dari negara kita.

Namun, di restoran satu ini, saya dan teman-teman akhirnya menemukan menu berbumbu Indonesia. Namanya Indonesian Noodle Peanut. Sebenarnya terdiri dari empat kata, tapi saya lupa ujungnya, hehe. Yah, asumsi saya pertama sekali membaca nama makanan ini di daftar menu, ini pasti sejenis pecel. Hmn, yah, ada mie dan kuah kacang. Wah, akhirnya ketemu juga menu Indonesia.

Seperti inilah kira-kira wujudnya menu yang saya pesan itu. Wow, dengan mangkuk yang besar, kalo di Indonesia itu sudah tipe extra atau jumbo. Yah, sejak di Jakarta kami sudah diwanti-wanti untuk cermat dalam memesan makanan. Karena menu di Amerika Serikat itu besar-besar semua. Bagi saya pribadi butuh waktu lebih dari setengah jam untuk menghabiskan semangkuk besar mie ini. Selain saya tidak mau dicap sebagai orang yang mubazir, saya juga harus bertahan hidup bagaimanapun caranya dengan tetap makan setiap harinya. Jadi, walau bagaimanapun, tetap tenang, meskipun memakan waktu lama, pesanan ini harus saya habiskan.

Nah, mie kuah kacang ini terdiri dari mie ukuran besar kalo di Indonesia biasanya seperti ukuran mie aceh, trus dikasih kuah kacang, tapi kacangnya sedikit sekali 😀 jadi kuahnya encer. Lalu juga ada irisan wortel, bawang dan dilengkapi brokoli, itu merupakan brokoli paling segar, bagi saya itu pahit. Tapi, secara keseluruhan makanan ini lezat dah. Ngga jauh deh dari rasa Indonesia, walau sebenarnya saya butuh sambel, saus atau sejenisnya yang memang tak tersedia 😀 Yah, saya tidak terlalu bisa mendeskripsikan kuliner, setidaknya narasi di atas bisa menggambarkan keadaannya.

Yanri Ramdhano is an Indonesian educator and a news presenter of Jambi TV. He is also an Awardee of Australia Awards Scholarship, and he is currently studying Master of Education at Victoria University, Melbourne, Australia. He is a teacher in the English Village, Pare - Kediri, East Java, Indonesia; was an alumnus of IVLP OD TESOL Leadership Exchange USA 2016; a Counsellor of Pre-service English Teacher EPIC Camp 2016 RELO US Embassy Jakarta; a Camper of RELO EPIC Camp 2015 US Embassy Jakarta; an Ambassador of Indonesian Language for Jambi Province 2013-2014; a teacher at MEI English Course Jambi 2012-2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *