Conversational English Language Group, San Francisco

Conversational English Language Group, San Francisco

Agenda terakhir kami di hari kamis itu selepas kunjungan ke Skyline College ialah bergabung bersama teman-teman dari sebuah club belajar bahasa Inggris yang biasa melakukan meeting di akhir pekan. Bertempat di sebuah Public Library San Fransisco. Pukul lima kami sudah sampai di lokasi. Jadwal ini lebih cepat tiga puluh menit, akhirnya kami menyempatkan diri untuk menikmati suasana luar kota itu. Perpustakaan umum berada dekat dengan The Capitol Building dan gedung-gedung pemerintahan lainnya.

IMG-20160415-WA0009 (2).jpg
English Club

Nyaman, tenang, tenteram. Masyarakatnya yang ramah, kota yang bersih dan tertib. Kami bebas berekspresi mengabadikan setiap momen yang kami lalui disini. Sampai tibalah waktu yang dijadwalkan. Kami bergegas masuk ke lokasi perpustakaan langusng menuju ruangan yang biasa mereka gunakan. Kami belum terlambat karena diskusi baru saja akan dimulai dan sebagian anggotanya juga baru datang.

Tampak anggota lainnya yang baru datang bingung dan bertanya-tanya tentang siapa dan dari mana kami sebernarnya.

Conversational English Language Group ini digagas oleh sepasang suami istri muda yang mereka secara suka rela menjalankan program seperti ini dengan tujuan untuk membantu para pendatang yang non-native untuk bisa belajar bahasa dan memperdalam bahasa inggris. Karena mereka menyadari ada banyak orang dari seluruh dunia dan berasal dari latar belakang bahasa yang berbeda-beda datang ke San Fransisco untuk berbagai macam kegiatan seperti study, bekerja dan lainnya. Selain itu melalui wadah ini juga dapat memperluas jaringan persahabatan dan mempererat hubungan antar anggotanya.

Yang akhirnya kami ketahui ternyata memang para anggotanya berasal dari daerah yang beragam, Korea Selatan, China, Jepang, Spanyol, Timur Tengah dan negara lain yang tidak berbahasa Inggris. Termasuk kami yang saat itu berjumlah 12 orang dari Indonesia. Kami akhirnya menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam terlibat dalam kegiatan pembelajaran bahasa inggris yang berbasis diskusi ini. Banyak pengalaman menarik yang didapat dari forum ini. Disini mereka mengangkat pembicaraan dengan berbagai topik. Mulai dari budaya, adat, kebiasaan, ciri khas, keunikan yang dimiliki masing-masing anggotanya sampai keadaan global yang semuanya itu terintegrasi dalam diskusi dengan berbahasa Inggris.

Pukul 7 pm waktu setempat, Mr. Stoyko memberikan kode kepada kami untuk segera beranjak dan melanjutkan agenda berikutnya. Akhirnya kami harus pamit undur diri dari diskusi ini. Semua keunikan yang ada di group ini memberikan kesan tersendiri bagi kami.

Yanri Ramdhano is an Indonesian educator and a news presenter of Jambi TV. He is also an Awardee of Australia Awards Scholarship, and he is currently studying Master of Education at Victoria University, Melbourne, Australia. He is a teacher in the English Village, Pare - Kediri, East Java, Indonesia; was an alumnus of IVLP OD TESOL Leadership Exchange USA 2016; a Counsellor of Pre-service English Teacher EPIC Camp 2016 RELO US Embassy Jakarta; a Camper of RELO EPIC Camp 2015 US Embassy Jakarta; an Ambassador of Indonesian Language for Jambi Province 2013-2014; a teacher at MEI English Course Jambi 2012-2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *