CAMP EPIC/TESOL/RELO/USA/IVLP

You First, Jeremy Harmer, TESOL 2016

Jeremy Harmer, You First, TESOL 2016 Yanri Ramdhano.jpgIni merupakan kesempatan langka dan luar biasa bagi saya begitu juga bagi teman-teman lainnya. Kami masih ingat setahun yang lalu terakhir berkuliah S1 di Fakultas Pendidikan, tulisan Jeremy Harmer adalah yang sangat direkomendasikan oleh Dosen Pendidikan Bahasa Inggris untuk dibaca bagi para mahasiswa sebagai referensi. Ya, sampai saat ini masih seperti itu. Berjumpa langsung dengan Jeremy Harmer dan mengikuti sesi beliau di TESOL Convention ini membuat saya merinding dan terharu. Cerminan seorang profesor ahli pendidikan dan bahasa dengan kesederhanaannya terlihat dari penampilan beliau yang bersahaja dan memberikan ilmunya benar-benar melalui pendekatan mengajar dan pendidikan yang hebat.

Kenapa begitu? Ya, mendengarkan perkuliahan berdurasi dua jam ini dan profesornya menyampaikan materi dalam tanpa textbook dan murni berdasarkan pemikiran yang mendalam dari hasil karya beliau membuat kelas ini jauh dari kekakuan. Kami para audience benar-benar terpaku seolah tak ingin melewatkan setiap poin yang disampaikan. Benar-benar bermanfaat.

Sesuai dengan tema sesi beliau “How Students Get Language From a Course Book. Profesor Harmer memulai dengan pembicaraan seputar “how to get students remember words”. Bagaimana membuat siswa mengingat kosa kata baru dalam pembelajaran bahasa. Beliau menyampaikan empat pendekatan yaitu melalui cognitive engagement, repetitive enforcement, retrieval and use dan effective engagement.

Dalam kesempatan ini juga, melanjutkan sesi beliau sebelumnya, beliau masih berbicara tentang Your First. Apa maksudnya You First? Yaitu peran kita sebagai pendidik yang memang harus menjadi contoh dan teladan di depan tak hanya di depan kelas tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya prinsip seperti ini di Indonesia juga telah lama dikenalkan oleh Kihajar Dewantara dalam Tri Sula Pendidikan. Tapi, pertanyaannya, sudahkah kita selaku pendidik mengenali ajaran ini dan benar-benar menerapkannya dalam proses pembelajaran? Dunia pendidikan barat bahkan telah lama dan serius dalam menjalankan prinsip ini.

Prinsip Student Centered yaitu dengan memberikan porsi yang lebih besar kepada anak didik untuk berkarya dan berproses secara independen namun tetap dalam pengawasan dan perhatian kita selaku pendidik sebaiknya benar-benar telah kita pahami dan terapkan. Karena tujuan dari pendidikan itu adalah membuat anak didik mandiri, bukan menjadi ketergantungan. Terminologi seperti ini tentunya harus kita pahami dan hayati secara mendalam.

Guna membangun kepercayaan diri bagi para peserta didik. Kita harus memberikan mereka kesempatan untuk menyampaikan gagasannya dengan memulai pertanyaan “What do you think about ….?” (bagaimana menurut kalian tentang ….?). Maksudnya adalah pendidik sebaiknya memberikan pertanyaan terbuka dan memberikan apresiasi atas apapun jawaban yang diberikan sehingga peserta didik dapat dengan percaya diri aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, perlahan mereka akan menemukan sendiri diri potensi dalam diri mereka yang luar biasa.

Selain itu, sebagai seorang pendidik pada zaman sekarang ini, kita juga harus melek teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk kemajuan pendidikan. Kita sebagai pendidik bukanlah sumber satu-satunya ilmu pengetahuan.“Tell the truth not lie” sebuah penekanan yang beliau sampaikan kepada kita para pendidik. Saat ini, semua yang kita sampaikan sudah bisa diakses dan dibuktikan sendiri oleh anak didik melalui media online. Melalui story telling yang telah kita sampaikan, para siswa kemudia dapat mencarinya sendiri melalui google di internet. Pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan cara seperti ini.

Selanjutnya, beliau mencontohkan lagi, saat ini semestinya tak ada lagi pendidik yang tidak sempat memberikan ilmu karena halangan dan alasan apapun, begitu juga para siswa tidak ada lagi alasan ketinggalan salah satu kelas karena tidak masuk. Kenapa demikian, karena teknologi internet memungkin segalanya. Di sela-sela kesibukan selama TESOL Convention, beliau masih sempat merekam sebuah vido pengajaran untuk dikirimkan kepada para mahasiswanya yang kemudian diunggah di youtube. Dengan begitu, para mahasiswa dapat mengakses dan membuat ringkasan laporan perkuliahan secara online.

Dan masih banyak lagi poin-poin penting yang dapat diambil dari perkuliahan singkat ini. Di akhir sesi, kami para audien berkesempatan untuk berfoto secara bergantian dengan beliau Profesor Jeremy Harmer. Tak lupa, salah seorang asisten beliau juga memberikan kami kartu tanda partisipasi di kelas beliau untuk ditukarkan dengan buku paket pelajaran ke booth beliau di bagian Language Expo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s