CAMP EPIC/TESOL/RELO/USA/IVLP

Susan B. Anthony Elementary School Hmong Immersion Program

“Tampak seorang guru lelaki berkaca mata dengan semangat mengajar para muridnya yang kecil-kecil dan lucu-lucu. Terpancar kejayaan masa depan yang akan diraih oleh para murid ini. Guru itu dengan riang mempraktekkan berbagai kosa kata baru yang akan diterima oleh murid-muridnya. Begitupun para murid dengan antusias mendengarkan ilmu yang disampaikan oleh guru mereka. Kosa kata itu terdengar cukup asing bagi kami. Desain ruang kelas ini sungguh indah, berbagai karya hasil kreatifitas siswa dipamerkan di seluruh sisi ruang kelas, berwarna-warni, penuh dengan tulisan-tulisan, ekrepresi, kosa kata, gambar, kerajinan tangan dan sebagainya.”

BPRO1251.JPG
Proses Pembelajaran di salah satu kelas Hmong Immersion School

Setelah beberapa kali ketukan, Pak Guru itu membukakan pintu kelasnya untuk kami. Senyum keramahan terpancar dari wajahnya menyambut dan mempersilahkan kami masuk kelas. Kemudian beliau melanjutkan proses pembelajaran. Tiba-tiba seluruh muridnya berdiri dan bernyanyi. Sepertinya ini merupakan lagu sambutan. Ya, kami sama sekali tidak memahami bahasa yang mereka gunakan. Itu adalah bahasa Hmong. Namun begitu, kami merasa tersanjung melihat antusias para siswa bernyanyi dan memperagakan salam dalam bahasa mereka.
Kami sangat antusias dan terkagum-kagum melihat kelas pertama yang kami observasi ini. Tampak semua siswa benar-benar aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Hal yang serupa juga terjadi di kelas-kelas lainnya yang kami masuki. Keadaan kelas yang penuh dengan fasilitas mendukung. Secara umum sekolah ini terdiri dari TK dan SD. Namun, demikian sistem pendidikan mereka tidak mewajibkan anak-anak harus melalui tahapan TK. Apabila usia mereka telah cukup untuk menempuh jenjang pendidikan SD, mereka boleh langsung masuk SD ini.

Di setiap kelas tersedia sebuah projector untuk para guru menjelaskan pelajaran yang terhubung dari meja guru ke papan tulis. Selain itu komputer dengan saluran internet lengkap dengan printernya juga tersedia untuk siswa dan guru dalam menyiapkan materi pembelajara. Semua inventaris keperluan kelas tertata rapi di rak sepanjang sisi kelas. Kelas manajemen dalam hal penataan meja sangat bervariasi. Tidak seperti di Indonesia yang notabene dalam susunan meja monoton empat baris ke kiri dan sejajar ke belakang. Guru juga biasa membagi murid kedalam beberapa kelompok selama pembelajaran di dalam kelas. Pengelompokkan ini berdasarkan pengamatan guru, murid dengan kemampuan yang cukup tinggi selalu ditempatkan di setiap kelompok. Para murid sudah dibiasakan dengan saling membantu teman dalam hal belajar. Ini sangat memudahkan tugas guru dalam menyampaikan pelajaran. Karena kita ketahui, terkadang ada murid yang cepat mengerti apabila temannya yang menyampaikan dengan bahasa mereka.

Merupakan suatu kehormatan bagi kami diterima dan disambut baik oleh pihak sekolah. Begitu juga dengan kesempatan untuk melakukan observasi dan berinteraksi secara langsung dengan para guru dan siswanya dalam proses pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s