CAMP EPIC/TESOL/RELO/USA/IVLP

Apa itu Camp EPIC?

IMG_20160208_210721
Orange (Camp EPIC 2), Green (Camp EPIC 1)

Pembaca yang berbahagia, hari ini saya ingin berbagi cerita tentang salah satu program yang diselenggarakan oleh Regional English Language Office (RELO) yang merupakan salah satu Departemen bidang Pengembangan dan Pendidikan Bahasa Inggris di bawah naungan Kedutaan Besar Amerika (US Embassy) yang berbasis di Jakarta. Program tersebut ialah Pre-Service English Teacher Camp yang pada tahun ini, 2016, telah meluluskan angkatan keduanya sebanyak 42 orang. Dimana program pertama yang merupakan pilot project mereka, diselenggarakan pada tahun 2015 lalu, diikuti oleh sebanyak 22 orang peserta. Oleh karenanya, saat ini telah ada sebanyak 64 orang alumni Camp EPIC yang tersebar di seluruh Indonesia dan Timor Leste.

Lantas, apa sih sebenarnya program ini?

YANRI RAMDHANO
Yanri Ramdhano (Counselor Camp EPIC 2; Alumni Camp EPIC 1)

Awalnya ketika pertama kali mendapatkan informasi yang diberikan oleh Ketua Jurusan saya di Kampus IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tentang kegiatan ini. Saya sangat merasa asing dengan istilah atau nama dari program ini sendiri. Yang saya tahu adalah, saya harus mencoba dan berusaha mengisi formulir pendaftaran (application form) dengan sebaik mungkin sambil berdoa semoga saya terpilih menjadi salah satu peserta program ini. (Alhamdulillah, saya terpilih)

Pre-Service Teacher Camp?! Ya, ini merupakan beasiswa penuh selama 2 minggu yang diberikan oleh RELO dalam bentuk pelatihan (training) yang berbasis camp. Camp? Apakah peserta akan melakukan kegiatan luar ruang? aktifitas seperti halnya yang biasa kita lakukan dalam pendakian sebagai pecinta alam ataupun pramuka. Berkemah kah? Jawabannya tentu tidak.

Kata “camp” sengaja dipilih, bukan “training”. Karena bagi kita yang telah terbiasa melakukan petualangan di alam bebas bersama tim, teman dan sahabat bahkan keluarga, berkemah tentunya memiliki nilai tersendiri dan juga makna yang dalam bagi ikatan kekeluargaan dan persaudaraan antar anggotanya. Ya, begitulah yang dimaksudkan dalam program ini. Tidak hanya ilmu yang bermanfaat, namun hubungan emosional yang terjalin antar peserta juga merupakan tujuan dari kegiatan ini.

Baiklah, Pre-service Teacher Camp ialah program pembibitan calon guru Bahasa Inggris dan diperuntukkan bagi para mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang tengah berada di semester akhir dan sedang dalam masa pengerjaan skripsi. Program ini melibatkan dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste. Para peserta yang berhasil lolos dan terpilih untuk mengikuti program ini akan diberikan pembekalan dan pelatihan intensif mengenai segala bentuk metode pengajaran Bahasa Inggris terbaru oleh para Pengajar Ahli dan Profesional di bidang pendidikan khususnya Bahasa Inggris dari Amerika (fellows) dan dosen dari Universitas Indonesia (UI).

IMG_20160123_134310
Camp EPIC 2 (Bukittinggi, 18-30 Januari 2016)

Tentu pembaca bertanya-tanya, apakah hanya untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris saja? Jawabannya tidak, Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris juga bisa mendaftarkan diri selama memiliki komitmen atau (mungkin) telah berpengalaman mengajar Bahasa Inggris baik melalui privat maupun lembaga-lembaga pendidikan (kursus dan/atau sekolah).

Setelah terpilih menjadi salah satu peserta dalam Pre-service English Teacher Camp, saya langsung mendapatkan serentetan email yang berisikan informasi penting seputar penyelenggaraan Camp  dari Panitia (RELO Team dan fasilitator Universitas Indonesia). Saya ketahui akhirnya, di tahun 2015 lalu, program ini diselenggarakan selama 2 minggu penuh bertempat di salah satu hotel di Kota Bandung, Jawa Barat. Istilah Camp EPIC dikenalkan oleh Direktur Camp di hari pertama (pembukaan) kegiatan, sehingga kami akhirnya sangat akrab dengan penyebutan Camp EPIC dari pada Pre-service English Teacher Camp itu sendiri selama kegiatan. Sedangkan di tahun 2016 ini diselenggarakan dengan durasi waktu yang sama di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Camp EPIC, kata EPIC menjadi motto kami (Campers) yang merupakan singkatan dari Empowered, Prepared, Inspired, Connected. Ya, pembaca bisa membayangkan makna dari setiap kata tersebut. Para peserta akan dipersiapkan secara matang sebagai Tenaga Pengajar Bahasa Inggris secara profesional (Empowered dan Prepared), kemudian mereka juga diberikan model atau contoh yang baik untuk ditiru (inspired) dan akhirnya akan terjalin ikatan yang kuat antar sesama peserta dan juga fasilitator  yang akan saling terhubung (connected) selamanya.

IMG_20150601_160844
Salah satu fasilitator Camp EPIC I sedang mempresentasikan Modelling

Keseluruhan program ini dan juga kebutuhan para peserta dibiayai penuh oleh RELO. Mulai dari tiket pesawat dari kota masing-masing, ongkos ojek ataupun travel dari rumah ke bandara, biaya hidup selama dua minggu (makan, penginapan, uang saku atau per diem), perlengkapan belajar (alat tulis, buku, segala macam peralatan mengajar), juga jalan-jalan ke beberapa objek wisata (city tour). Sehingga boleh dikatakan, peserta hanya membawa badan dan pakaian.

Lantas apa saja yang didapatkan dari program ini? Karena ada banyak sekali ilmu dan pengalaman tak ternilai yang diperoleh selama mengikuti program ini yang bahkan tidak bisa saya ceritakan secara detil, maka secara umum beberapa hal dari sekian banyak poin-poin penting yang bisa saya tuliskan ialah, bahwasanya:

  1. Peserta dapat berinteraksi secara langsung dengan para ahli yang ada di Camp, kita kenal dengan istilah Facilitators (Fellows dan Dosen-dosen dari UI) juga di tahun ini telah ada enam orang Konselor (Counsellors) terpilih yang merupakan alumni dari Camp EPIC I, dalam waktu 2 minggu penuh tersebut. Peserta dapat bertanya baik secara langsung maupun pribadi tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas seperti saat bersantap makan (pagi, siang dan malam), istirahat, coffee breaks, mengenai permasalahan yang pernah dialami selama mengajar, bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan banyak lagi yang lainnya. (Nah, ini yang membedakan training ini dengan training yang diselenggarakan oleh orang-orang atau pemerintah kita di Indonesia). Disini semua peserta, instruktur (fasilitator dan konselor) saling berbaur tidak berkelompok-kelompok, tidak ada pengistimewaan (VIP/VVIP), juga tidak ada kecenderungan superioritas. Kita semua duduk di meja makan yang sama, saling berbagi cerita satu dan yang lainnya. Penasaran kan? Pingin ikut program ini juga??? Ditunggu partisipasinya. hehehe
  2. Selanjutnya para peserta akan terlibat langsung dalam segala jenis model pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris terkini mulai dari yang tidak menggunakan teknologi (no media) hingga ke penggunaan high technology (hi-tech media). Karena konsep dari kegiatan perkuliahan selama dua minggu ini ialah Modelling Teaching dan Micro Teaching. Maka setiap harinya para peserta (yang berperan sebagai mahasiswa ataupun siswa) akan menyaksikan secara langsung bagaimana para ahli mempraktikkan metode pengajaran skills yang ada dalam bahasa Inggris (Speaking, Listening, Writing, Reading) dengan berbagai macam materi dalam tujuan pembelajaran (objectives) dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikkan. (Dalam praktiknya di lapangan, ini penting sekali bagi para guru untuk menarik dan mempertahankan minat belajar siswa di kelas). Dan juga berkesempatan menggali potensi diri dalam Sesi Micro Teaching yang dijadwalkan setiap dua hari sekali. Dalam micro teaching ini pun para peserta mendapatkan masukan dan saran yang membangun (constructive feedback) dari peserta lainnya, konselor dan fasilitator. Makin penasaran kan? Hehehe. Ya benar, ini kesempatan emas bagi para peserta menggali sedalam-dalamnya ilmu dalam Bidang Pendidikan khususnya Bahasa Inggris.
  3. Outdoor Activity. Nah, selain belajar dikelas, setiap sore biasanya peserta difasilitasi dengan berbagai jenis kegiatan luar ruang seperti hiking, olah raga, permainan, senam, dll. Ya, ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pikiran, perasaan, jiwa dan raga para peserta (:D haha terlalu lebai yah) setelah lelah mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas pagi hingga siang hari.

Selain aktifitas tersebut di atas, berikut ini juga sedikit dari beberapa poin penting dalam pengajaran, selama ini mungkin belum kita ketahui atau mengerti, yang bisa saya ceritakan:

Scaffolding

scaffolding sendiri memang tidak asing bagi saya, karena selama belajar di bangku kuliah, kami (mahasiswa dan dosen) sudah sering menyebutkannnya. Tapi, apa yang berbeda? Apa yang istimewa??? Akhirnya, saya sadari, ternyata semua ilmu yang kita dapatkan di kampus sifatnya hanyalah teoritis saja. Istilah hanya sekedar istilah. Really lack of practice. Minim sekali prakteknya. Ya, scaffolding secara umum ialah menyusun materi pembelajaran dari setiap tujuan pembelajaran (objective) dalam RPP (lesson plan) mulai di level terendah hingga tertinggi. Nah, yah itulah terminologinya, teoritis memang 😀 Nah, di camp inilah saya akhirnya baru ngeh, bagaimana caranya mendesain materi pembelajaran bahkan mempraktekkannya dalam mengajar dengan cara scaffolding itu.

Lesson Plan

Lesson plan atau Rencana Pembelajaran RPP merupakan salah satu bagian penting bagi guru sebelum mengajar. Pengalaman saya (mungkin juga pembaca) dalam menyusun RPP selama mengajar baik itu sejak Praktik Mengajar di Sekolah-sekolah sewaktu masih kuliah, maupun sekarang setelah menjadi guru, kita terbiasa men-copy paste semua file yang disediakan di internet ataupun dari rekan sejawat tanpa tahu sebenarnya arti penting dari sebuah lesson plan itu sendiri. Nah, di camp ini, peserta akan belajar menyusun itu tanpa terbebani oleh tekanan dan tuntutan para Pemimpin dan pengawas pendidikan. 😀

Icebreakings (Games and songs)

Ini merupakan sesi yang telah lama saya cari. Honestly, leading icebreakings was my (biggest) weakness sejak pertama sekali saya mulai mengajar Bahasa Inggris di kursusan dan juga praktek di sekolah. Dulu, saya tidak memiliki kepercayaan diri untuk memimpin baik itu permainan (games) maupun lagu (songs) bagi para siswa saya di semua kelas yang saya ajar. Ya, lack of practice tho. Tapi, itu dulu. Setelah camp EPIC, saya mendapatkan kepercayaan diri saya meningkat drastis 100%, bahkan sekarang saya siap untuk memberikan berbagai macam permainan dan lagu untuk pembelajaran bahasa inggris di semua kesempatan. Kenapa begitu? Karena selama di camp, peserta akan diberikan berbagai macam icebreakings di setiap memulai sesi pembelajaran (Opening di pagi hari dan shake it off! setelah ishoma di siang hari) bahkan di dalam pembelajaran itu sendiri. Juga, mereka berkesempatan untuk memimpin icebreaker secara bergantian setiap harinya. Ini adalah kesempatan bagi peserta untuk praktek dan melatih tingkat kepercayaan diri.

Dan banyak lagi yang lainnya. 😀

Baiklah, mungkin sekian dulu cerita saya hari ini. Nantikan tulisan saya tentang beberapa hal mendalam seputar pendidikan di Camp EPIC berikutnya!

29 thoughts on “Apa itu Camp EPIC?

      1. Makasih bang atas infonya seputar Camp Epic.
        oiya, klo mau lihat info ttg Camp Epic 2017 di mana ya bang?
        Terima kasih

        Like

      2. Hai, bro.

        Bagi kandidat yang dinyatakan lulus, Anda tidak perlu khawatir dengan tempat menginap ataupun lainnya. RELO merupakan salah satu departemen US embassy yang cukup (sangat) kaya dan akan memberikan fasilitas yang sangat baik (baca: mewah) bagi pesertanya.

        Hotel berbintang dengan fasilitas sangat baik sudah mereka siapkan, berhubung jumlah peserta cukup besar. Satu kamar akan diisi oleh maksimal 2 orang peserta, tidak lebih dari itu dan masih banyak lagi fasiltas lainnya.

        Like

  1. Halo, kak. Terima kasih banyak untuk infonya 🙂
    Saya baru mendaftar akhir November lalu dan puji syukur saya kemarin baru mendapat email bahwa saya lolos. Setelah saya konfirmasi, saya tinggal menunggu kabar selanjutnya kan ya, kak?

    Like

    1. Congratulations! Ya, silahkan tunggu dan cek inbox email/ spam secara berkala untuk memastikan persiapan keberangkatan Chindy matang. Ada beberapa personal information yang harus dilengkapi dan akan ditanyakan langsung melalui email RELO Jakarta.

      Again, congratulations!

      Like

  2. Terimakasih kak Infonya,
    Apakah kakak juga akan ikut serta dalam acara EPIC CAMP ini sebagai Consuelor ?

    Dan.. Saya mau Tanya, setelah mengikuti EPIC CAMP ini, apakah peluang beasiswa abroad semakin tertunjang?
    Mungkin pengalaman kakak sendiri setelah mengikuti camp ini,
    Terima kasih,

    Like

    1. Terimakasih sudah berkunjung, Hamidah. Saya sudah tidak terlibat lagi secara official di Camp EPIC 2017, tapi akan dengan senang hati berbagi dan membantu teman-teman.

      Untuk peluang beasiswa abroad itu tergantung kepada persiapan masing-masing individu. Yang jelas, Leadership Training ini kami (alumni) akui telah merubah paradigma tentang pendidikan di Indonesia secara umum dan pengajaran Bahasa Inggris secara khusus juga membuka cakrawala guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin edukatif yang profesional dan menginspirasi di masa depan.

      Like

      1. Iya, kak.. Terimakasih banyak.
        Semoga saya juga bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman berharga dari EPIC CAMP 3 2017 nanti.
        Semoga berkesempatan bertemu dg kakak utk berbagi ilmu.
        Terima kasih, .

        Like

    1. Wa’alaikumsalam, project seperti apa ya yg dimaksud? Yang jelas dalam momen-momen dua minggu intensive training tersebut para peserta akan mendapatkan kesempatan yang luas untuk bertanya dan konsultasi langsung dengan pihak fasilitator tentang apa-apa yang selama ini ingin diketahui (secara umum maupun pribadi)

      Like

  3. halo kk, terimakasih banyak untuk infonya 🙂
    saya mau nanya, untuk reference form nya, apa harus hand writing atau boleh typing kk?

    Like

      1. satu lagi ni kk, untuk reference form yang di form itu kan ada question nya lalu ada kolom answer-nya, apakah harus sesuai dengan format yang ada di form itu, atau bisa dibuat dalam bentuk paragraf seperti Letter of recomendation biasa kk? thank you 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s