My Journey

Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013

Catatan perjalanan

“Bahasa Indonesia itu wajib, Bahasa Daerah itu pasti, Bahasa Asing itu Perlu”

1 (120)APemilihan Duta Bahasa Provinsi Jambi Tahun 2016 akan segera dilaksanakan. Untuk itu, saya ingin berbagi sedikit kepada teman-teman seputar pengalaman saya dalam mengikuti Seleksi Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jambi pada tahun 2013 lalu.

Pemilihan Duta Bahasa digelar pertama kali di masing-masing provinsi di Indonesia hingga tingkat nasional pada tahun 2006. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Pusat, Jakarta, menilai kegiatan seperti ini perlu diselenggarakan di tengah kuatnya pengaruh yang dibawa oleh kemajuan zaman dan teknologi terhadap kemurnian Bahasa Indonesia yang seyogyanya menjadi jati diri kita yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Dalam hal ini generasi muda tentunya menjadi subjek yang memiliki peran penting sebagai penerus peradaban bangsa ini haruslah menjadi fokus utama dalam perencanaan program ini.

Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jambi pada tahun 2013 lalu dilaksanakan selama lima hari berturut-turut mulai tanggal 27 Juni – 1 Juli 2013. Pemilihan ini diikuti oleh lebih dari 100 pemuda dan pemudi Provinsi Jambi baik yang masih berkuliah maupun telah bekerja dalam batas usia yang telah ditentukan. Perserta mengikuti berbagai macam rangkaian tes, wawancara dan kegiatan luar ruang (outbond) yang menuntut ketangkasan dan kerjasama tim yang baik hingga babak final di hari terakhir.

Pendaftaran telah dibuka selama kurang lebih sebulan sebelum tes dimulai. Tepat satu hari sebelum seleksi dimulai, peserta diwajibkan mengikuti taklimat atau pertemuan teknis (technical meeting) yang dilaksanakan oleh panitia sebagai sumber informasi selama menjalani tes nantinya.

Finalis Duta Bahasa (Pemilihan) (2)Hari pertama, ialah Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan menulis esai. UKBI ialah adalah uji kemahiran (proficiency test) untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa seseorang dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik bagi penutur Indonesia maupun penutur asing. UKBI sebenarnya meliputi lima seksi, yaitu Seksi I (Mendengarkan), Seksi II (Merespons Kaidah), Seksi III (Membaca), Seksi IV (Menulis), dan Seksi V (Berbicara). Namun pada tahapan seleksi kali ini peserta hanya diberikan tiga seksi yakni mendengarkan, merespon kaidah dan membaca dalam durasi waktu tertentu dan dilanjutkan menulis esai dengan tema yang ditentukan oleh panitia ataupun dewan juri pada saat itu juga. Peserta diberikan waktu kurang lebih empat puluh lima menit, dengan peralatan menulis seperti kertas double folio. Diakhir sesi hari pertama ini, masing-masing peserta diberikan bingkisan oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi berupa buku-buku pedoman kebahasaan dan kamus Bahasa Indonesia yang tentunya sangat bermanfaat.

Dalam tahapan seleksi hari pertama ini maka terjaringlah sebanyak tiga puluh orang peserta yang akan masuk ke dalam semi final yang terdiri dari lima belas orang putera dan lima belas orang puteri. Pengumuman kelulusan peserta dapat dilihat di media-media sosial seperti twitter @DubasJambi tepat pada malam hari setelah diadakan tes ini ataupun ditelepon langsung oleh panitia.

Maka, di hari kedua tersisalah para finalis yang akan melalui tahapan seleksi berikutnya yaitu wawancara dan diskusi kelompok. Wawancara ini meliputi pengetahuan kebahasaan, pengetahuan umum, lokal, nasional dan internasional serta kemampuan seni budaya daerah masing-masing. Setiap peserta akan diwawancarai oleh tiga orang dewan juri secara terpisah sesuai bidang masing-masing. Pada sore hari, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan berdiskusi mengenai program kerja yang akan dilaksanakan oleh masing-masing peserta setelah nantinya terpilih menjadi duta bahasa. Masing-masing kelompok akan diberikan waktu untuk mempresentasikan programnya. Setiap peserta dipersilahkan menjelaskan rencananya.

Hari ketiga, lima belas pasang peserta ini mengikuti kegiatan luar ruang yang diadakan di halaman Bantor Bahasa Provinsi Jambi oleh panitia. Kegiatan gembira ini berupa permainan-permainan yang melatih ketangkasan, kecekatan, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Kegiatan ini cukup menguras tenaga, jadi peserta diwajibkan untuk mempersiapkan fisik dengan baik dan beristirahat yang cukup pada malam hari sebelum pelaksanaan. Ini merupakan hari yang menggembirakan sekaligus menjadi hari yang cukup berat bagi perserta, karena di malam harinya panitia akan mengumumkan kembali siapa saja yang akan lolos ke babak selanjutnya yaitu Grand Final.

Panitia menyisihkan sebanyak sepuluh orang peserta yang terdiri dari lima orang putera dan lima orang puteri. Maka, terjaringlah sebanyak sepuluh pasang peserta yang akan maju ke babak berikutnya.

Hari keempat, adalah persiapan seni dan gladi untuk pementasan pada acara puncak di hari terakhir keesokan harinya. Biasanya peserta akan dilatih gerakan tarian daerah berkelompok oleh pelatih profesional. Tarian sederhana yang merupakan kreasi dari berbagai macam gerakan tari yang ada di Provinsi Jambi. Kegiatan ini cukup melelahkan namun menyenangkan, karena di sini peserta diberikan kesempatan untuk belajar dan menunjukkan bakatnya dalam hal menari.

Di hari kelima, hari puncak dari kegiatan pemilihan ini. Grand Final Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013. Pagi-pagi sekali peserta telah terlihat bersiap-siap berkumpul di Gedung Kantor Bahasa Provinsi Jambi dengan mengenakan pakaian adat teluk belango bagi pria dan baju kurung bertengkolok bagi wanita. Cantik­-cantik dan gagah-gagahnya. Wujud kepedulian generasi muda Jambi akan warisan seni budaya dan bahasa tidak hanya Indonesia namun juga daerahnya.

Finalis Duta Bahasa (Pemilihan) (3)Grand Final ini merupakan akhir dari rangkaian acara seleksi pemilihan Duta Bahasa. Sebagai wawasan ujian terakhir bagi para peserta. Masing-masing peserta diberikan satu tema undian yang belum diketahui sebelumnya, mereka diberikan waktu dua menit untuk berpikir dan tiga menit untuk berpidato menceritakan, mengeluarkan dan menjelaskan apa saja yang mereka ketahui tentang tema yang diberikan dihadapan para hadirin dan dewan juri. Hal ini untuk menguji sejauh mana wawasan dan kemampuan berbahasa peserta.

Maka berakhirlah tahapan seleksi terakhir ini bagi para peserta. Dewan juri dengan matang, mantap dan sepakat memutuskan siapa saja yang berhak untuk menyandang gelar Duta Bahasa, Wakil I Duta Bahasa, Wakil II Duta Bahasa dan Wakil III Duta Bahasa Provinsi Jambi 2013.

Namun, pengalaman saya di tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari panitia yang menyeleksi calon Duta Bahasa Provinsi Jambi. Tahapan Penyeleksian inipun terus ditingkatkan di berbagai hal, misalnya penyelenggaraan malam puncak telah diselenggarakan di ruang publik seperti Mall, pada malam hari-mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, sehingga dapat langsung disaksikan oleh para pengunjung dan dari semua kalangan.

Penutup :

“Siapapun kita, selama darah masih mengalir, kaki masih berpijak di negeri yang kita cintai ini dan hayat masih dikandung badan, maka kita adalah duta bangsa. Kita yang bertanggung jawab terhadap negeri ini. Mari bersama satukan tekad, bulatkan niat membangun negeri menjadi generasi muda yang berprestasi!”

“Peserta yang belum terpilih sebagai pemenang pada tahun 2013 lalu dipersilahkan mengikuti pemilihan pada tahun ini untuk mewarisi amanat ini”.

“Ayo persiapkan diri untuk mengikuti pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jambi 2016 menjadi pewaris amanat berikutnya!!!”

 

Duta Bahasa Provinsi Jambi!!!

Bahasa Indonesia itu wajib, Bahasa Daerah itu pasti, Bahasa Asing itu Perlu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s